Ibu dan Anak di Subang Dibunuh dan Dilucuti Bajunya, Ini Langkah Polda Jabar untuk Mengungkap Misteri Pembunuhan

Jum'at, 19 Mei 2023 - 20:06 WIB
loading...
Ibu dan Anak di Subang...
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo. Foto/MPI/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Pembunuhan terhadap ibu dan anak, Tuti Suhartini (55), dan Amelia Mustika Ratu (22) masih menyisakan pilu di lingkungan keluarga dan para tetangganya. Keduanya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil mewah jenis Alpard, dan bajunya dilucuti, pada Selasa (18/8/2021) silam.

Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh Tanpa Pakaian, Polisi Ungkap Fakta Mencengangkan

Kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Desa Jalan Cagak, Kabupaten Subang tersebut, belum juga mampu diungkap oleh polisi, meskipun telah dua tahun berlalu. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan, guna mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan sadis itu.



Upaya terbaru yang dilakukan polisi untuk mengungkap misteri pembunuhan ini, adalah dengan membuka hotline atau layanan pengaduan. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan, jika masyarakat memiliki informasi berkaitan dengan kasus pembunuhan tersebut bisa menyampaikannya melalui hotline itu.

Baca juga: Keterlaluan! Aliong Dikeroyok hingga Babak Belur saat Hendak Padamkan Kebakaran

"Kita sudah menyiapkan hotline yang bisa dihubungi. Nanti kita akan melakukan pendalaman terkait informasi itu, dan kita berharap dari informasi-informasi yang kita berikan itu betul-betul akurat, serta bisa mendukung upaya pengungkapan pembunuhan," kata Ibrahim Tompo, Jumat (19/5/2023).

Ibrahim Tompo menyebutkan, hotline yang bisa dipergunakan masyarakat yakni di nomor 082246469946. Nomor ini aktif berlaku untuk menerima informasi terkait kasus pembunuhan di Kabupaten Subang itu. "Iya, nanti bisa apabila ada informasi terkait kasus pembunuhan di Subang ke nomor tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, Ibrahim Tompo mengatakan, total sudah ada 124 saksi yang dimintai keterangan oleh polisi untuk mengungkap pembunuhan tersebut. Selain itu, polisi juga sudah melakukan tes DNA terhadap 49 orang di laboratorium forensik. Namun, hasilnya belum ada DNA yang identik.

Baca juga: Jatim Dilanda Bediding, Begini Penjelasan BMKG

"Data terbaru dari penyidik reserse, uji laboratorium forensik itu sudah dilakukan sebanyak 49 DNA yang dicocokkan. Jadi dengan profil yang ada di sekitarnya karena tidak ada yang identik. Seandainya ada yang identik maka otomatis jadi tersangka," paparnya.

Ibrahim Tompo juga menyebut, penetapan tersangka tak dapat asal dilakukan oleh polisi. Pasalnya, ada sejumlah prosedur yang mesti ditempuh oleh penyidik untuk menentukan tersangka. Polisi diakuinya sangat terbuka, seandainya ada warga yang hendak menyampaikan informasi terkait kasus pembunuhan tersebut.

"Tidak serta merta mendapatkan informasi yang ada, kemudian kita bisa melakukan atau menetapkan seseorang menjadi tersangka. Penetapan seseorang sebagai tersangka itu mempunyai pertanggungjawaban hukum sehingga penyidik tidak boleh gegabah," tandasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Fakta Program Makan...
Fakta Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Balita dan Pelajar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved