Sejarah Gereja Zebaoth Bogor, Gedung Bergaya Eropa yang Dibangun Gubernur Hindia Belanda Tahun 1920

Jum'at, 19 Mei 2023 - 05:10 WIB
loading...
A A A
Menurut catatan sejarah, awal mula gereja ini diberi nama Koningin Wihelmina Kerk (Gereja Ratu Wilhelmina). Namun, warga pribumi kala itu kesulitan menyebutkan nama tersebut, mereka lantas dan terbiasa menyebutkan sebagai gereja ayam dekat Kebun Raya Bogor.

Warga menyebutnya dengan sebutan itu lantaran ada ornamen gambar ayam di pucuk atap gerejanya. Julukan gereja ayam tak hanya disematkan pada Zebaoth saja.

Beberapa gereja peninggalan Eropa di Indonesia mendapatkan julukan sama karena hiasan ayam di puncaknya.

Bangunan gereja bersejarah ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan rohani orang Eropa yang kala itu ramai berwisata dan menetap di Bogor. Sejak abad ke-20, Bogor yang dulu dikenal dengan nama Buitenzorge sudah menjadi lokasi destinasi wisata bangsa Eropa.

Meningkatnya kunjungan wisata ke Buitenzorge membuat Pemerintah Kolonial (Hindia Belanda) mulai menyediakan berbagai sarana demi memenuhi kebutuhan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Tamann Buitenzorge maupun kawasan Puncak.

Baca juga: 5 Kisah Misteri di Bogor, dari Makam Belanda, Gunung Salak, hingga Hutan Cifor

Salah satu pemenuhan itu membangun sarana tempat ibadah. Kala itu, tempat ibadah agama Kristen ini hanya berupa gereja kecil dan kapel. Namun, mereka menggunakannya untuk beribadah secara bersama-sama dengan pendatang dari Eropa maupun pribumi.

Alhasil sejak gereja ini berdiri megah di Bogor, kerukunan dan toleransi sudah terjadi sejak lama, bangsa Eropa dan pribumi saling menghormati dan tetap beribadah ditempat berbeda. Sehingga, gereja ini dahulu menjadi tempat ibadah bangsa Eropa di Bogor.

Sedangkan warga lokal, mereka beribadah di gereja-gereja kecil lainnya. Salah satunya di gedung yang kini telah beralihfungsi menjadi Kantor Pos Pusat Kota Bogor. Gereja itu hanya dipakai warga Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan wilayah Eropa lainnya.

Selama 20 tahun lebih dibawah tangan Belanda, gereja ini akhirnyadiserahkan kepada Jepang oleh Jenderal Heinz Teer Porten. Pada Tahun 1942, Belanda harus mengakui kekalahan atas Jepang untuk menguasai Indonesia dan menyerahkan kekuasaanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
10 Negara Terhebat yang...
10 Negara Terhebat yang Pernah Tercatat dalam Sejarah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved