14 Pejabat Kota Bekasi Positif COVID-19, Dua Meninggal Dunia

Rabu, 22 Juli 2020 - 20:58 WIB
loading...
14 Pejabat Kota Bekasi...
Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan, ada 14 aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar virus Corona atau COVID-19. Foto/SINDOnews
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan, ada 14 aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar virus Corona atau COVID-19. Dua di antaranya meninggal dunia dan sudah dimakamkan di TPU Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, 14 ASN terpapar virus Corona itu terdiri dari Camat Bekasi Utara, Kepala Inspektur Kota Bekasi, Inspektur Pembantu (Irban), pejabat Dinas Pendidikan, dan tiga orang pejabat Bagian Tata Pemerintahan (Tapem). (Baca juga; 231 Jenazah Covid-19 Bekasi Dimakamkan di TPU Pedurenan )

Selanjutnya, satu orang pejabat Staf Pemerintahan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kabid Anggaran BPKAD. Kemudian pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), pejabat DPMPTSP, serta dua orang pejabat staf di UPTD Mustikajaya.

"Total 14 positif virus Corona, kalau yang meninggal positif resmi almarhum Kabid Anggaran BPKAD sama Camat Bekasi Utara. Juga kan ada penyakit khusus," katanya. Kedua pejabat yang meninggal itu juga karena ada penyakit penyerta. (Baca juga; Pemkot Bekasi Tunda Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka )

Seperti Kabid Anggaran BPKAD ada penyakit penyerta hipertensi, begitu juga Camat Bekasi Utara. "Meninggal kemarin diserangnya adalah pembuluh jantung, COVID-19 mematikannya di situ. Penyakitnya itu kemarin miokarbitis, memang dia ada hipertensi," ungkapnya.

Rahmat menjelaskan, penularan terhadap ASN tersebut berasal dari klaster keluarga. Seperti keluarganya yang datang dari luar daerah maupun istri atau anaknya yang habis pergi keluar daerah. "Penularannya di inspektorat itu diduga istrinya pulang dari Makassar, terus ada yang dari Surabaya,” ujarnya.

Kemudian ada yang dari pertemuan-pertemuan. Staf ahli pemerintahan itu kan juga dari lingkungan deket, seperti kepada inspektur dengan Tapem. Pejabat pemerintah tersebut saat ini sudah melakukan isolasi secara mandiri atau di rumah sakit rujukan.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Rekomendasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved