Kisah Pilu Kecantikan Rara Oyi, Tewas Setelah Jadi Rebutan Ayah dan Anak

Selasa, 16 Mei 2023 - 05:03 WIB
loading...
Kisah Pilu Kecantikan...
Pada masa kerajaan, pertumpahan darah kerap dipicu perebutan kekuasaan antarkerajaan dan perebutan tahta dalam kerajaan. Namun, pertumpahan darah tidak selamanya akibat perebutan kekuasaan. Foto ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pada masa kerajaan , pertumpahan darah kerap dipicu perebutan kekuasaan antarkerajaan dan perebutan tahta dalam kerajaan. Namun, pertumpahan darah tidak selamanya akibat perebutan kekuasaan. Kerap kali darah ditumpahkan karena dipicu konflik asmara kaum penguasa.



Kisah pilu Rara Oyi adalah contoh pertumpahan darah karena dipicu panasnya urusan syahwat penguasa. Ia tewas usai ditikam keris berkali-kali. Rara Oyi sejatinya tidak bersalah. Tapi darahnya seolah halal bersimbah membasahi bumi. Alasan kematiannya, karena Rara Oyi dilahirkan dengan paras cantik. Baca juga: Kerajaan Sengguruh di Malang Muncul Seiring Runtuhnya Dinasti Raden Wijaya di Majapahit

Bagaimana tidak, kecantikan putri Ki Mangunjaya ini memang tersohor di masanya. Hal ini membuatnya diincar oleh banyak pria, termasuk sang raja Mataram Sultan Amangkurat I . Celakannya, tidak hanya raja Mataram Sultan Amangkurat I yang jatuh cinta, putranya juga tak tahan melihat kemolekan Rara Oyi.

Dalam buku "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" kisah pilu ini dibeberkan. Konon, Rara Oyi direbut lelaki saat dia masih kuncup, belum mekar alias masih belia. Disebutkan pula bahwa sang pujaan banyak pria itu belum haid.

Maka demi kenyamanan, sang ayah Ki Mangunjaya mengizinkan anaknya dijadikan selir Amangkurat I. Rara Oyi lantas dititipkan kepada Tumenggung Wirareja. Namun, di situlah petaka mulai mendekati gadis belia. Kala itu tak disangka, Raden Mas Rahmat berjumpa dengan Rara Oyi di rumah penitipan tersebut. Raden Mas Rahmat langsung jatuh cintai kepada Oyi.

Raden Mas Rahmat lalu menikahi Roro Oyi tanpa harus menunggu izin ayah yang empunya selir. Tindakan Raden Mas Rahmat tentu menyulut kemarahan Amangkurat I, ayahnya. Walaupun Raden Mas Rahmat adalah anaknya sendiri, Amangkurat I tidak terima calon selirnya dinikahinya. Baca juga: Kisah Amangkurat I, Tega Jemur Pejabat Kerajaan karena Tak Becus Jalankan Proyek Istana Baru

Maka terjadilah ayah dan anak berebut gadis belia nan cantik. Oyi pun dibujung tanduk. Karena saking marahnya, Amangkurat menuntut anaknya untuk memilih. Jika ia memang masih mau setia kepada ayahnya sebagai Raja Mataram, maka Raden Mas Rahmat atau Amangkurat II diminta harus menghabisi Rara Oyi di hadapan ayahnya.

Sebuah tuntutan yang tragis memilukan bagi Oyi. Karena ternyata, Raden Mas Rahmat memilih kekuasaan daripada cinta. Di hadapan ayahnya yang dikenal biadab itu, Raden Mas Rahmat menghujamkan kerisnya ke tubuh Rara Oyi yang seketika tumbang bersumbah darah. Ia terkulai tak berdaya di hadapan dua pria yang merebutnya.

Sejarah mencatat bahwa konflik dan intrik berdarah yang dipicu asmara menjadi kisah memilukan di masa kekuasaan Amangkurat.Rara Oyi adalah satu dari 43 selir dan dayang yang dibunuh Amangkurat I. Ada yang dibunuh dengan cara diasingkan tanpa diberi makan.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Love Scam Mengganas,...
Love Scam Mengganas, Detektif Jubun Ingatkan Bahaya Ini Mengintai
Kisah Cinta Shin Tae-yong...
Kisah Cinta Shin Tae-yong Luluhkan Hati Reporter Cantik Cha Young-joo
Suami di Penjara, Wanita...
Suami di Penjara, Wanita di Medan Tepergok Selingkuh oleh Ipar dan Anaknya
Rekomendasi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved