Keluarga Korban Pembacokan di Simpang Pomad Bogor Ingin Pelaku Dihukum Maksimal
Jum'at, 12 Mei 2023 - 13:51 WIB
loading...
Ayah angkat korban, Jai (56) dan istrinya atau ibu dari korban pembacokan di Simpang Pomas, Bogor. Kedunya mengaku senang sekaligus meminta pelaku dihukum maksimal. Foto: MPI/Putra Ramadhani
A
A
A
JAKARTA - Keluarga korban pembacokan siswa SMK di Simpang Pomad , Bogor, akhirnya tampak bernapas lega. Pasalnya, pelaku utama pembacokan AS berinisial ASR alias Tukul yang sempat buron selama dua bulan itu berhasil ditangkap polisi di Yogyakarta.
"Alhamdulillah bersyukur banget (pelaku tertangkap) doa kita selama ini dikabulin sama Allah walaupun setelah dua bulan juga," kata ayah angkat korban, Jai (56) kepada wartawan, Jumat (12/5/2023). Baca juga: Tampang Pelaku Utama Pembacokan Siswa SMK di Simpang Pomad Bogor
Perasaan senang bercampur sedih pun dirasakan Jai beserta keluarga. Bersyukur karena tersangka sudah ditangkap, tetapi harus bersedih karena mengenang kembali sang buah hati yang menjadi korban korban pembacokan ASR.
"Ya alhamdulillah semua dipermudah sama Allah, enggak ngerti amalan apa yang diperbuat almarhum sampai semuanya dibukain kemudahannya sama Allah. Alhamdulillah sekarang lebih bisa lega kemarin mah sesek banget kepikiran kok enggak ketemu-ketemu padahal anak kecil pelakunya," ungkapnya.
Senada, ibu korban Kusmiati juga mengaku bersyukur atas ditangkapnya tersangka utama yang membacok AS hingga meninggal dunia. Keluarga berharap agar tersangka dapat dihukum secara maksimal.
"Alhamdulillah bersyukur banget (pelaku tertangkap) doa kita selama ini dikabulin sama Allah walaupun setelah dua bulan juga," kata ayah angkat korban, Jai (56) kepada wartawan, Jumat (12/5/2023). Baca juga: Tampang Pelaku Utama Pembacokan Siswa SMK di Simpang Pomad Bogor
Perasaan senang bercampur sedih pun dirasakan Jai beserta keluarga. Bersyukur karena tersangka sudah ditangkap, tetapi harus bersedih karena mengenang kembali sang buah hati yang menjadi korban korban pembacokan ASR.
"Ya alhamdulillah semua dipermudah sama Allah, enggak ngerti amalan apa yang diperbuat almarhum sampai semuanya dibukain kemudahannya sama Allah. Alhamdulillah sekarang lebih bisa lega kemarin mah sesek banget kepikiran kok enggak ketemu-ketemu padahal anak kecil pelakunya," ungkapnya.
Senada, ibu korban Kusmiati juga mengaku bersyukur atas ditangkapnya tersangka utama yang membacok AS hingga meninggal dunia. Keluarga berharap agar tersangka dapat dihukum secara maksimal.
Lihat Juga :