Kisah Ki Ageng Cukil Wanakusuma, Rela Meninggalkan Keraton Yogyakarta demi Rakyat dan Syiar Islam

Selasa, 09 Mei 2023 - 06:05 WIB
loading...
Kisah Ki Ageng Cukil...
Dua orang warga sedang ziarah di makam Ki Ageng Cukil Dusun Krajan, RT 09/ RW 02, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Foto: Istimewa
A A A
Sepi dan teduh, kesan tersebut muncul saat menginjakkan kaki di kompleks pemakaman yang berada di Dusun Krajan, RT 09 RW 02, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang .

Makam tersebut terlihat cukup bersih sehingga menghadirkan kesan nyaman bagi para peziarah yang datang.

Dalam kompleks makam yang terdiri dari satu makam utama dan empat makam kecil tersebut terdapat jasad tokoh ulama Ki Ageng Cukil Wanakusuma.

Kompleks makam tersebut berada di sebelah sumber air yang biasa digunakan warga sekitar untuk mandi dan mengambil air bersih. Makam yang dipugar terakhir kali pada 2009 lalu itu berada di area lahan seluas tujuh kali enam meter dan berada sedikit lebih tinggi dari bangunan-bangunan lainnya.

Baca juga: Kisah Perseteruan Petinggi Mataram hingga Saling Serang Gara-gara Rebutan Perempuan Cantik

Menurut salah seorang warga Krajan, Ahmad Soleh (58) makam Ki Ageng Cukil seringkali didatangi para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Ki Ageng Cukil adalah sosok pejuang yang berasal dari daerah Tuluh Watu, Magelang.



Dikisahkan Soleh, pada abad 18, sebelum sampai ke Desa Cukilan, Cukil muda banyak membantu masyarakat di daerahnya melawan penjajahan Belanda. Cukil bahkan sempat diangkat menjadi abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta sehingga namanya menjadi Cukil Wanakusuma.

Namun tak lama kemudian, Cukil meninggalkan pekerjaanya sebagai prajurit dengan alasan ingin berjuang membantu rakyat. Cukil tidak tahan melihat penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda.

"Ki Ageng Cukil berasal dari Magelang dan pernah menjadi prajurit di Yogyakarta. Karena kegelisahannya melihat penderitaan rakyat, Ki Ageng Cukil lantas meninggalkan Yogyakarta dan bergerilya menumpas Belanda bersama sejumlah pengikutnya. Selama bergerilya beliau juga menyebarkan syiar agama Islam. Hingga akhirnya sampai di tempat ini (Cukilan)," terangnya.

Di tempat yang kini bernama Desa Cukilan inilah, Ki Ageng Cukil membuat pesanggrahan hingga akhirnya beliau wafat.

Baca juga: Misteri Sosok Sang Munggwing Jinggan, Raja Keling yang Menyerbu Kerajaan Majapahit

Sebelum wafat, Ki Ageng Cukil mengumpulkan para pengikutnya untuk berunding mengenai kelanjutan perjuangan dan pemberian nama pesanggrahan tersebut.

Atas usulan para pengikut, akhirnya diputuskan bahwa pesanggrahan yang mereka tempati tersebut diberi nama Cukilan. Hingga kini, masyarakat Desa Cukilan masih mengenang jasa Ki Ageng Cukil dengan melakukan tradisi Saparan.

Saparan dilaksanakan saat haul Ki Ageng Cukil Wanakusuma yang jatuh pada bulan Safar. "Kalau hari biasa, memang satu dua pengunjung yang datang, itupun tidak setiap hari. Baru ramai kalau pas ada tradisi saparan untuk mengenang haul Ki Ageng Cukil yang jatuh pada bulan Safar," terangnya.

Soleh menjelaskan, dalam tradisi saparan tersebut, dimulai dari perjalanan usung usungan rangkaian sesaji (dhondhang) dari jarak satu kilometer menuju ke kompleks Makam Ki Ageng Cukil. Pada barisan paling depan biasanya diawali dengan sepuluh warga yang berpakaian menyerupai prajurit Wonokusuman.

Baca juga: Teka-teki Hilangnya Pesantren Sunan Bonang Secara Misterius

Selama perjalanan, biasanya jumlah dhondhang makin bertambah banyak karena warga setempat yang sudah mempersiapkan dhondang ikut bergabung begitu iring-iringan persis di depan rumah mereka. Salah satu makanan yang tak pernah ketinggalan adalah ingkung (ayam yang dimasak untuk selamatan).

"Tradisi ini sudah berlangsung lama dan baru beberapa tahun belakangan dikemas dengan acara yang lebih menarik dengan menampilkan hiburan rakyat. Banyak pendatang dari luar daerah yang secara rutin mengikuti tradisi ini," pungkasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Road To Kilau Raya Kota...
Road To Kilau Raya Kota Semarang : Siap Hadirkan Pesta Rakyat Spektakuler di Lapangan Pancasila Simpang Lima
Rekomendasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved