DPW RPA Perindo Sulut Ungkap Alat MMPI di RS Ratumbuysang Rusak
Senin, 08 Mei 2023 - 18:42 WIB
loading...
Ketua DPW RPA Perindo Sulut, Anneke S Lesar mengungkap alat MMPI di RS Ratumbuysang risak dan membuat penanganan kasus pelecehan dan kekerasan terhambat. Foto/MPI/Subhan Sabu
A
A
A
MANADO - Rusaknya alat tes psikologi Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) di RS Ratumbuysang jadi kendala atas lambatnya penanganan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap GH (21). Proses hukum kasus ini dikawal oleh DPW Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo Sulawesi Utara (Sulut).
Ketua DPW RPA Perindo Sulut, Anneke S Lesar mengatakan yang menjadi sorotan utama, khususnya kepada pemerintah bahwa fasilitas untuk mengetahui trauma terhadap korban tidak tersedia.
Baca juga: RPA Perindo Sulut Pertanyakan Lambatnya Kinerja Polda Sulut dalam Kasus Pelecehan dan Kekerasan
"Di sinikan ada untuk proses yang akan ditindaklanjuti adalah VER Psikiatrikum, di mana ini hanya bisa dilakukan di Rumah Sakit Ratumbuysang. Sedangkan kami baru saja bicara dengan suster di sana bahwa alat MMPI-nya rusak dan belum tahu kapan diperbaiki," tutur Anneke, Senin (8/5/2023).
Akibat rusaknya alat tersebut membuat tahap penyidikan agak tertunda karena memang harus dilakukan testing terhadap keadaan psikis korban.
"Kami juga akan mendorong pihak rumah sakit Ratumbuysang terhadap kasus ini karena memang dibutuhkan alat tersebut, tidak ada hal lain di luar MMPI ini," ujarnya.
Alat tersebut kata dia untuk mengetahui keadaan trauma korban, bukan untuk mengetahui bohong atau tidaknya. Setelah mengetahui keadaan psikis korban baru kasus tersebut bisa dilanjutkan.
Ketua DPW RPA Perindo Sulut, Anneke S Lesar mengatakan yang menjadi sorotan utama, khususnya kepada pemerintah bahwa fasilitas untuk mengetahui trauma terhadap korban tidak tersedia.
Baca juga: RPA Perindo Sulut Pertanyakan Lambatnya Kinerja Polda Sulut dalam Kasus Pelecehan dan Kekerasan
"Di sinikan ada untuk proses yang akan ditindaklanjuti adalah VER Psikiatrikum, di mana ini hanya bisa dilakukan di Rumah Sakit Ratumbuysang. Sedangkan kami baru saja bicara dengan suster di sana bahwa alat MMPI-nya rusak dan belum tahu kapan diperbaiki," tutur Anneke, Senin (8/5/2023).
Akibat rusaknya alat tersebut membuat tahap penyidikan agak tertunda karena memang harus dilakukan testing terhadap keadaan psikis korban.
"Kami juga akan mendorong pihak rumah sakit Ratumbuysang terhadap kasus ini karena memang dibutuhkan alat tersebut, tidak ada hal lain di luar MMPI ini," ujarnya.
Alat tersebut kata dia untuk mengetahui keadaan trauma korban, bukan untuk mengetahui bohong atau tidaknya. Setelah mengetahui keadaan psikis korban baru kasus tersebut bisa dilanjutkan.
Lihat Juga :