Polisi Tantang Pemotor Laporkan Bengkel di Babakan Madang yang Getok Rp2,7 Juta
Rabu, 03 Mei 2023 - 11:25 WIB
loading...
Sejumlah anggota polisi melakukan pengecekan di bengkel motor yang viral karena mengerjai konsumennya di Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Foto: MPI/Putra Ramadhani
A
A
A
BOGOR - Polisi masih menunggu pengendara motor yang merasa diperas oleh bengkel motor di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Sejauh ini, pengendara itu belum mendatangi Polsek untuk melaporkan kejadian tersebut.
”Belum (datang ke Polsek), kami sudah DM ke IG-nya ke Tiktok-nya dan kami menunggu. Karena gak ada nomer telponnya yang bisa di hubungi, paling nunggu DM aja. Nunggu mereka konfirmasi,” kata Kapolsek Babakan Madang AKP Susilo Tri Wibowo, Rabu (3/5/2023).
Polisi menunggu pengendara membuat laporan resmi. Namun, polisi juga siap memfasilitasi korban dengan pihak bengkel jika ingin musyawarah.Baca juga: Viral Bengkel di Babakan Madang Getok Pemotor Rp2,7 Juta, Begini Duduk Perkaranya
”Nanti kalau sudah ada (datang ke Polsek) ya silakan bikin laporan. Kalau mau musyawarah kita akan ketemukan dengan pemilik bengkelnya. Pemilik bengkelnya mah siap-siap aja," ungkapnya.
Tidak hanya pengendara di media sosial, polisi juga mempersilakan masyarakat yang merasa dirugikan pihak bengkel untuk membuat laporan.
Baca juga: Niat Hanya Ganti Oli, Pemotor Dikerjai Bengkel di Babakan Madang dan Diminta Bayar Rp2,7 Juta
”Kalau emang ada ya silakan kami tunggu. Kalau merasa ada yang di rugikan. Makanya kalau ada yang merasa dirugikan silakan melapor ke Polsek nanti kita layani semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Terkait viralnya bengkel tersebut, polisi sudah mendatangi pemilik untuk dimintai keterangan. Belum ada transaksi uang dengan nominal Rp2,7 juta.
”Notanya juga sudah kami sita (nota Rp2,7 juta), sudah ada. Kami belum melihat ada pemerasan, karena baru menyerahkan Rp15 ribu. Gak ada nominal Rp2,7 juta, belum ada. Baru Rp15 ribu aja untuk biaya bongkar pasang yang seharusnya Rp 200 ribu,” jelasnya.
Polisi juga telah memberikan imbauan kepada pemilik bengkel terkait kasus ini. Yang pasti, belum ada transaksi dengan nominal yang viral di media sosial. ”Jadi kalau korban mau datang dan buat laporan ya silakan, nanti kita konfimasi,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar viral pengendara motor yang diduga menjadi korban pemerasan oleh bengkel di Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pengendara motor mengaku diminta membayar Rp2,7 juta untuk perbaikan motor yang sudah dibongkar mekanik.
Padahal, pengendara motor hanya berniat mengganti oli mesin tetapi dibongkar mekanik dengan alasan ada masalah. Pengendara keberatan dan memilih membawa motornya dalam kondisi sudah dibongkar.
”Belum (datang ke Polsek), kami sudah DM ke IG-nya ke Tiktok-nya dan kami menunggu. Karena gak ada nomer telponnya yang bisa di hubungi, paling nunggu DM aja. Nunggu mereka konfirmasi,” kata Kapolsek Babakan Madang AKP Susilo Tri Wibowo, Rabu (3/5/2023).
Polisi menunggu pengendara membuat laporan resmi. Namun, polisi juga siap memfasilitasi korban dengan pihak bengkel jika ingin musyawarah.Baca juga: Viral Bengkel di Babakan Madang Getok Pemotor Rp2,7 Juta, Begini Duduk Perkaranya
”Nanti kalau sudah ada (datang ke Polsek) ya silakan bikin laporan. Kalau mau musyawarah kita akan ketemukan dengan pemilik bengkelnya. Pemilik bengkelnya mah siap-siap aja," ungkapnya.
Tidak hanya pengendara di media sosial, polisi juga mempersilakan masyarakat yang merasa dirugikan pihak bengkel untuk membuat laporan.
Baca juga: Niat Hanya Ganti Oli, Pemotor Dikerjai Bengkel di Babakan Madang dan Diminta Bayar Rp2,7 Juta
”Kalau emang ada ya silakan kami tunggu. Kalau merasa ada yang di rugikan. Makanya kalau ada yang merasa dirugikan silakan melapor ke Polsek nanti kita layani semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Terkait viralnya bengkel tersebut, polisi sudah mendatangi pemilik untuk dimintai keterangan. Belum ada transaksi uang dengan nominal Rp2,7 juta.
”Notanya juga sudah kami sita (nota Rp2,7 juta), sudah ada. Kami belum melihat ada pemerasan, karena baru menyerahkan Rp15 ribu. Gak ada nominal Rp2,7 juta, belum ada. Baru Rp15 ribu aja untuk biaya bongkar pasang yang seharusnya Rp 200 ribu,” jelasnya.
Polisi juga telah memberikan imbauan kepada pemilik bengkel terkait kasus ini. Yang pasti, belum ada transaksi dengan nominal yang viral di media sosial. ”Jadi kalau korban mau datang dan buat laporan ya silakan, nanti kita konfimasi,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar viral pengendara motor yang diduga menjadi korban pemerasan oleh bengkel di Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pengendara motor mengaku diminta membayar Rp2,7 juta untuk perbaikan motor yang sudah dibongkar mekanik.
Padahal, pengendara motor hanya berniat mengganti oli mesin tetapi dibongkar mekanik dengan alasan ada masalah. Pengendara keberatan dan memilih membawa motornya dalam kondisi sudah dibongkar.
(ams)
Lihat Juga :