Cegah Stunting di Halmahera Barat, Unair Kirim Multivitamin
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Selain masalah kesehatan, pemberian suplemen tersebut juga berdasarkan pada hasil penelitian di berbagai negara yang membuktikan bahwa suplementasi multi micronutrient pada masa kehamilan dapat memperbaiki kualitas bayi yang dilahirkan. Bahkan, cara ini bisa menurunkan risiko komplekasi kehamilan, terlebih jika intervensi diberikan sebelum hamil.
Bahkan, lanjutnya, dari hasil penelitiannya yang dilakukan di Kabupaten Probolinggo membuktikan bahwa pemberian multi micronutreints pada masa prakonsepsi, dengan sasaran calon pengantin wanita dapat mencegah terjadinya neonatal stunting atau stunting sejak lahir. “Nah, di Provinsi Maluku Utara, prevalensi neonatal stunting termasuk tinggi. Oleh karena itu sangat tepat jika intervensi ini diberikan di Maluku Utara,” jelasnya. (Baca: Tingkat Pasien COVID-19 Sembuh di Sidoarjo Capai 42 Persen )
Multi vitamin mineral yang diberikan Unair tersebut merupakan formula dari United Nations International Multiple Micronutrients Preparation (UNIMMAP). Suplemen tersebut mengantung 15 macam zat gizi mikro. “Formula ini sesuai yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengatasi masalah kekurangan zat gizi ganda di berbagai negara terutama di kawasan Asia dan Afrika,” ungkapnya.
Bahkan, lanjutnya, dari hasil penelitiannya yang dilakukan di Kabupaten Probolinggo membuktikan bahwa pemberian multi micronutreints pada masa prakonsepsi, dengan sasaran calon pengantin wanita dapat mencegah terjadinya neonatal stunting atau stunting sejak lahir. “Nah, di Provinsi Maluku Utara, prevalensi neonatal stunting termasuk tinggi. Oleh karena itu sangat tepat jika intervensi ini diberikan di Maluku Utara,” jelasnya. (Baca: Tingkat Pasien COVID-19 Sembuh di Sidoarjo Capai 42 Persen )
Multi vitamin mineral yang diberikan Unair tersebut merupakan formula dari United Nations International Multiple Micronutrients Preparation (UNIMMAP). Suplemen tersebut mengantung 15 macam zat gizi mikro. “Formula ini sesuai yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengatasi masalah kekurangan zat gizi ganda di berbagai negara terutama di kawasan Asia dan Afrika,” ungkapnya.
(don)
Lihat Juga :