Ogah Jual Diri, Pemandu Lagu Ini Pilih Jual Makanan hingga Pemandu Travel
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Sesekali Diana juga bekerja paruh waktu menjadi pemandu travel di wisma atlet. Memanfaatkan banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang datang dari berbagai negara dan mengisolasi diri, Diana kemudian menawarkan diri menjadi pemandu wisata. “Bahasa kasarnya sih kernet mas,” tuturnya terkekeh.
Perjalan ke beberapa kota besar, seperti Bandung, Semarang, hingga Surabaya, sudah ia rasakan. Sesekali ia bersama suami juga melayani perjalanan pribadi dengan bekas pasien ke kota besar lainnya. Dari dua pekerjaan itu, Diana mengaku mendapatkan penghasil Rp1-2 juta setiap pekan. “Walapun kadang kita harus tidur di POM bensin,” tuturnya.
Penghasilannya pun berubah menjelang bulan Mei, saat Kemenhub kembali membuka penerbangan. Dari situ ia mulai kehilang pendapatan itu. Sebab keberadaan bus bandara membuat sejumlah travel gelap tidak terpakai. Masyarakat lebih memilih menggunakan bus bandara karena harganya lebih murah dan jauh lebih aman.
Diana mengakui merasa nyaman bekerja sebagai pemandu lagu di karaoke eksekutif. Ia pun bisa menjaga diri selama bekerja di sana. Namun bekerja di sana tidak bisa mendapatkan kepastian soal pendapatan dan nilainya lebih kecil. (Baca juga: Pesan DPRD ke Pekerja Hiburan Malam: Demi Keselamatan Bersama, Bersabarlah )
Karena itu, selama pandemi ia mulai menurunkan gaya hidup, mulai dari berpindah kontrakan ke kawasan yang murah, hingga tak lagi jajan atau pergi ke mal. “Untungnya selama PSBB mal-mal tutup,” pungkasnya.
Perjalan ke beberapa kota besar, seperti Bandung, Semarang, hingga Surabaya, sudah ia rasakan. Sesekali ia bersama suami juga melayani perjalanan pribadi dengan bekas pasien ke kota besar lainnya. Dari dua pekerjaan itu, Diana mengaku mendapatkan penghasil Rp1-2 juta setiap pekan. “Walapun kadang kita harus tidur di POM bensin,” tuturnya.
Penghasilannya pun berubah menjelang bulan Mei, saat Kemenhub kembali membuka penerbangan. Dari situ ia mulai kehilang pendapatan itu. Sebab keberadaan bus bandara membuat sejumlah travel gelap tidak terpakai. Masyarakat lebih memilih menggunakan bus bandara karena harganya lebih murah dan jauh lebih aman.
Diana mengakui merasa nyaman bekerja sebagai pemandu lagu di karaoke eksekutif. Ia pun bisa menjaga diri selama bekerja di sana. Namun bekerja di sana tidak bisa mendapatkan kepastian soal pendapatan dan nilainya lebih kecil. (Baca juga: Pesan DPRD ke Pekerja Hiburan Malam: Demi Keselamatan Bersama, Bersabarlah )
Karena itu, selama pandemi ia mulai menurunkan gaya hidup, mulai dari berpindah kontrakan ke kawasan yang murah, hingga tak lagi jajan atau pergi ke mal. “Untungnya selama PSBB mal-mal tutup,” pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :