Ogah Jual Diri, Pemandu Lagu Ini Pilih Jual Makanan hingga Pemandu Travel
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:17 WIB
loading...
Diana (26), mantan pemandu karaoke di Jakarta menceritakan kisahnya selama pandemi Covid-19 demi bsia bertahan hidup dan menghidupi keluarga di kampung. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, beragam usaha dilakukan para pekerja hiburan di Jakarta demi bisa bertahan hidup. Seperti yang dilakoni, Diana (26), demi bertahan hidup dan menghidupi keluarga di kampung, pemandu lagu ini rela bekerja serabutan.
“Saya lebih baik cari cara dapat duit yang lain dibanding harus begitu (menjajakan diri),” kata Diana saat ditemui di kawasan Mal Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020).
Diana yang telah bekerja sebagai pemandu lagu sejak 2016 sudah malang melintang di tempat karaoke eksekutif. Mulai dari kawasan Kelapa Gading, PIK, hingga kawasan Mangga Besar. (Baca juga: Demi Anak, Perempuan Cantik Pemandu Lagu Ini Rela Panas-panasan Ikut Demo)
Meski kerap berpindah, Diana mengaku belum pernah kencan dengan tamunya. “Saya profesional saja. Sebagai pemandu saya menjual suara saya, bukan badan saya. Yah paling minum alkohol aja,” tegasnya.
Hatinya sempat goyang saat pandemik melanda Maret 2020 lalu. Diana sempat terpikir menjajakan diri, namun suaminya lantas melarang dan meminta untuk bekerja dengan cara lain.
Dari situ ia kemudian menyadari banyak temannya sesama pemandul lagu yang membutuhkan makanan. Ia pun menjadikan itu peluang usaha. Sepekan tidak bekerja Diana mulai masak di kontrakannya. Dari situ ia mulai menabung dari jual beli masakan. “Yah lumayan mas, Rp100-200 ribu per hari mah dapat,” katanya.
Meski jika dibandingkan dengan pendapatannya sebagai pemandu lagu jauh bedanya, yakni minimal Rp500 per hari, namun Diana tetap bersyukur. Dari memasak ia masih bisa bertahan hidup. (Baca juga: Untuk Bertahan Hidup, Pemandu Lagu Jajakan Diri Lewat Online)
“Saya lebih baik cari cara dapat duit yang lain dibanding harus begitu (menjajakan diri),” kata Diana saat ditemui di kawasan Mal Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020).
Diana yang telah bekerja sebagai pemandu lagu sejak 2016 sudah malang melintang di tempat karaoke eksekutif. Mulai dari kawasan Kelapa Gading, PIK, hingga kawasan Mangga Besar. (Baca juga: Demi Anak, Perempuan Cantik Pemandu Lagu Ini Rela Panas-panasan Ikut Demo)
Meski kerap berpindah, Diana mengaku belum pernah kencan dengan tamunya. “Saya profesional saja. Sebagai pemandu saya menjual suara saya, bukan badan saya. Yah paling minum alkohol aja,” tegasnya.
Hatinya sempat goyang saat pandemik melanda Maret 2020 lalu. Diana sempat terpikir menjajakan diri, namun suaminya lantas melarang dan meminta untuk bekerja dengan cara lain.
Dari situ ia kemudian menyadari banyak temannya sesama pemandul lagu yang membutuhkan makanan. Ia pun menjadikan itu peluang usaha. Sepekan tidak bekerja Diana mulai masak di kontrakannya. Dari situ ia mulai menabung dari jual beli masakan. “Yah lumayan mas, Rp100-200 ribu per hari mah dapat,” katanya.
Meski jika dibandingkan dengan pendapatannya sebagai pemandu lagu jauh bedanya, yakni minimal Rp500 per hari, namun Diana tetap bersyukur. Dari memasak ia masih bisa bertahan hidup. (Baca juga: Untuk Bertahan Hidup, Pemandu Lagu Jajakan Diri Lewat Online)
Lihat Juga :