3 Penguasa Pertama Kesultanan Mataram, Salah Satunya Mencapai Masa Keemasan
Senin, 01 Mei 2023 - 18:48 WIB
loading...
Kesultanan Mataram merupakan Kerajaan Islam yang berdiri pada tahun 1586. Foto DOK ist
A
A
A
JAKARTA - Kesultanan Mataram merupakan Kerajaan Islam yang berdiri pada tahun 1586. Saat itu pusat pemerintahan terletak di Kotagede, Yogyakarta.
Dilansir dari Jurnal "Sejarah Perkembangan Mataram Islam Keraton Plered", Kerajaan Mataram dipimpin oleh keturunan Ki Ageng Pemanahan, sebagai keturunan suatu kelompok ningrat keturunan penguasa Majapahit.
Kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaannya pada periode kekuasaan Sultan Agung pada 1613 sampai 1645 M.
Pada masa keemasannya ini, Kesultanan Mataram pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Kerajaan ini juga pernah menyerang VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya perdagangan kolonial di nusantara.
Baca juga: 10 Raja Kesultanan Mataram Islam: Dari Awal hingga Menjelang Keruntuhannya
Ironisnya, kerajaan Islam ini justru harus meminta bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya.
Masa kekuasaannya ini penuh dengan peperangan untuk mempertahankan para Bupati yang ingin melepaskan diri dari Mataram Islam.
Sebagai founding father dari Kerajaan Mataram Islam, beliau paham betul bagaimana cara pengelolaan konflik intern ataupun cara menghegemoni daerah lain.
Langkah politik ke dalam, yang ditempuh oleh Senopati salah satunya adalah dengan melenyapkan Ki Ageng Mangir, seorang tokoh yang menghalangi kekuasaan Senopati. Sedangkan langkah politik keluar, dilakukan dengan mengadakan politik ekspansionis kewilayahan yang berguna untuk memperluas wilayah.
Baca juga: Kisah Pemberontakan Trunojoyo dan Hancurnya Kerajaan Mataram
Pergantian kekuasaan ini membawa dampak buruk dengan munculnya pemberontakan di beberapa daerah. Misalnya seperti pemberontakan Pangeran Puger di Demak, dan pemberontakan Pangeran Jayanegara di Ponorogo.
Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Sultan Agung dikenal sebagai salah satu raja yang berhasil membawa kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627, tepatnya setelah empat belas tahun Sultan Agung memimpin kerajaan Mataram Islam.
Dalam kurun waktu 1613 sampai 1645 wilayah kekuasaan Mataram Islam meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Selain itu, Sultan Agung juga menjadi otak serangan ke Batavia untuk mengusir VOC dari nusantara.
Namun serangan Mataram Islam terhadap VOC yang berkedudukan di Batavia mengalami kegagalan disebabkan tentara VOC membakar lumbung persediaan makanan pasukan kerajaan Mataram Islam pada saat itu.
Hingga pada akhirnya Raden Mas Rangsang meninggal pada tahun 1646 M dan digantikan oleh putranya, Susuhunan Amangkurat I. Dia memerintah pada rentang waktu tahun 1646-1677.
Dilansir dari Jurnal "Sejarah Perkembangan Mataram Islam Keraton Plered", Kerajaan Mataram dipimpin oleh keturunan Ki Ageng Pemanahan, sebagai keturunan suatu kelompok ningrat keturunan penguasa Majapahit.
Kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaannya pada periode kekuasaan Sultan Agung pada 1613 sampai 1645 M.
Pada masa keemasannya ini, Kesultanan Mataram pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Kerajaan ini juga pernah menyerang VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya perdagangan kolonial di nusantara.
Baca juga: 10 Raja Kesultanan Mataram Islam: Dari Awal hingga Menjelang Keruntuhannya
Ironisnya, kerajaan Islam ini justru harus meminta bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya.
3 Penguasa Pertama Kesultanan Mataram
Berikut ini tiga raja pertama yang berkuasa di Kesultanan Mataram.1. Danang Sutawijaya
Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati berkuasa di Kesultanan Mataram sejak tahun 1586 sampai 1601 M.Masa kekuasaannya ini penuh dengan peperangan untuk mempertahankan para Bupati yang ingin melepaskan diri dari Mataram Islam.
Sebagai founding father dari Kerajaan Mataram Islam, beliau paham betul bagaimana cara pengelolaan konflik intern ataupun cara menghegemoni daerah lain.
Langkah politik ke dalam, yang ditempuh oleh Senopati salah satunya adalah dengan melenyapkan Ki Ageng Mangir, seorang tokoh yang menghalangi kekuasaan Senopati. Sedangkan langkah politik keluar, dilakukan dengan mengadakan politik ekspansionis kewilayahan yang berguna untuk memperluas wilayah.
Baca juga: Kisah Pemberontakan Trunojoyo dan Hancurnya Kerajaan Mataram
2. Raden Mas Jolang
Setelah Panembahan Senopati mangkat pada 1601 M, kekuasaan dipegang oleh putranya yang bernama Mas Jolang atau Pangeran Seda Krapyak dengan gelar Sultan Anyakrawati. Dia memerintah Mataram Islam sejak 1601 sampai 1613 M.Pergantian kekuasaan ini membawa dampak buruk dengan munculnya pemberontakan di beberapa daerah. Misalnya seperti pemberontakan Pangeran Puger di Demak, dan pemberontakan Pangeran Jayanegara di Ponorogo.
3. Raden Mas Rangsang
Sesudah Mas Jolang meninggal, dia digantikan oleh Raden Mas Rangsang yang disebut dengan raja paling besar Kerajaan Mataram yang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo yang memerintah dari tahun 1613 sampai 1645.Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Sultan Agung dikenal sebagai salah satu raja yang berhasil membawa kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627, tepatnya setelah empat belas tahun Sultan Agung memimpin kerajaan Mataram Islam.
Dalam kurun waktu 1613 sampai 1645 wilayah kekuasaan Mataram Islam meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Selain itu, Sultan Agung juga menjadi otak serangan ke Batavia untuk mengusir VOC dari nusantara.
Namun serangan Mataram Islam terhadap VOC yang berkedudukan di Batavia mengalami kegagalan disebabkan tentara VOC membakar lumbung persediaan makanan pasukan kerajaan Mataram Islam pada saat itu.
Hingga pada akhirnya Raden Mas Rangsang meninggal pada tahun 1646 M dan digantikan oleh putranya, Susuhunan Amangkurat I. Dia memerintah pada rentang waktu tahun 1646-1677.
(bim)
Lihat Juga :