alexametrics

Lawan Polisi Pakai SS1, 2 Penculik Pejabat Aceh Ditembak Mati

loading...
Lawan Polisi Pakai SS1, 2 Penculik Pejabat Aceh Ditembak Mati
Anggota Polda Nanggroe Aceh Darussalam menembak mati dua orang penculik pejabat Pemda Aceh karena melawan petugas pakai senapan SS1. (Ilustrasi/Sindonews)
A+ A-
LHOKSEUMAWE - Pertugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nanggroe Aceh Darussalam menembak mati dua orang penculik, Kamal Bahri di lintasan Banda Aceh-Medan, Gerukok, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Senin (1/2/2016).

Kedua penculik yang ditembak mati tersebut Barmawi dan Ismuharuddin, mereka adalah warga Nisam, Aceh Utara. Sebelumnya sempat terjadi kontak senjata antara keduanya dengan petugas kepolisian selama 15 menit.

Kedua penculik tersebut dikabarkan sempat menembak petugas dengan senapan serbu SS1. Namun akhirnya sniper petugas dapat menembak mati keduanya.



Usai kontak senjata polisi menemukan barang bukti dari pelaku berupa satu pucuk senjata api SS1, satu pucuk senjata FN, 4 buah megazen, dan uang tebusan Rp700 juta.

Sebelumnya polisi menerima laporan dari istri korban Kamal Bahri (42) warga Simpang Surabaya, Banda Aceh, menjabat sebagai Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kantor Gubernur Sumut, Kamis 28 Januari lalu.

Tim Polda Aceh terus memburu pelaku penculikan yang diperkirakan berjumlah empat orang.

"Awalnya pelaku meminta uang tebusan Rp1 miliar kepada keluarga korban. Namun, setelah terjadi negoisasi antara keluarga korban dan pelaku. Akhirnya pelaku menyepakati yang tebusan sebanyak Rp700 juta. Keluarga korban mengantarkan uang Rp700 juta ke lokasi yang telah disepakati, Senin (1/2/2016) pagi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Nurfallah, Senin malam (1/2/2016).

Kemudian, setelah menerima uang tebusan, pelaku melepaskan korban. Lalu pelaku kabur dengan menggunakan mobil Avanza bergerak ke arah Lhokseumawe.

Polisi yang dari tadi terus mengikuti penculik itu, kata Kombes Nurfallah, berencana menghentikan mobil penculik di kawasan Simpang Empat, Lhokseumawe, namun tidak jadi karena kawasan tersebut ramai masyarakat.

Selanjutnya Tim Polda Aceh, menghentikan mobil penculik di kawasan Grukok, Kabupaten Bireun, personel menghentikan mobil penculik dengan terlebih dahulu memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tidak mengindahkan tembakan.

Setelah tembakan peringatan tak diindahkan, polisi menembak ban mobil pelaku.Namun pelaku bukannya menyerah malah salah seorang dari pelaku turun dan balas menembak mobil polisi.

Mendapat serangan balik, polisi kembali menyerang pelaku hingga kedua pelaku tewas ditempat terkena peluru polisi.

“Aksi tembak menembak itu terjadi pada pukul 11.00 WIB dan berlangsung selama 15 menit. Ada pelaku lainnya yang terlibat mereka melarikan diri. Makanya masih terus kita kembangkan, identitas kedua pelaku yang melarikan diri sudah diketahui, kita akan terus mengejar pelaku tersebut. Untuk jasad kedua pelaku sudah kita evakuasi ke rumah sakit," jelas Nurfallah.

Dikatakannya, berdasarkan penyidikan sementara motif dari pelaku hanya ekonomi.
“Keterangan yang kita himpun masih tahap ekonomi, tapi kita belum tau apakah pelaku memiliki kelompok atau tidak. Yang jelas kita akan terus mengejar pelaku,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak