Momen IKAPSI Pulang Kampung Bersama, Bupati Tapsel Resmi Ubah Nama Alun-Alun Sipirok
Selasa, 25 April 2023 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kesan saya dengan IKAPSI, saya optimistis, sangat yakin, dengan bersama-sama Insya Allah Sipirok bisa berubah wajahnya, baik di masa kini dan masa mendatang. Kita berharap kerja sama masyarakat dan Pemkab Tapsel semakin kokoh," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKAPSI Raja Parlindungan Pane mengatakan, perubahan nama tersebut dilatarbelakangi penamaan alun-alun yang dirasa kurang menggambarkan ciri daerah Sipirok.
Diketahui, beberapa versi menyebutkan nama alun-alun diambil dari bahasa Jawa, yaitu aloen-aloen yang memiliki arti lapangan terbuka yang luas. Oleh karena itu, penggunaan nama alun-alun dirasa kurang pas untuk masyarakat Tapsel bersuku Batak Angkola.
Adian dalam falsafah Batak berarti tempat istirahat atau peristirahatan (persinggahan). Sementara Pardomouan artinya pertemuan. Sehingga secara fungsi tidak jauh berbeda dengan alun-alun, yakni tempat pertemuan.
"Empat bulan lalu IKAPSI mengusulkan perubahan nama Alun-Alun Sipirok. Alhamdulillah direspons dengan baik oleh pak Bupati," kata Raja Pane.
Menurut Raja Pane, pergantian nama Alun-Alun Sipirok menjadi Adian Pardomuan merupakan kesepakatan antara Pemkap Tapsel, IKAPSI, Hatobangon (Tokoh Masyarakat) dan Harajaan (tokoh adat).
Oleh karena itu, penabalan dan peresmian nama Adian Pardomuan tidak sekadar lewat SK Bupati Tapsel, tetapi dilakukan melalui prosesi adat dengan menyembelih dua ekor kerbau. Menyembelih kerbau atau dalam bahasa Batak disebut manyambol horbo, merupakan simbol tradisi acara adat Tapsel.
Dua ekor kerbau tersebut merupakan pemberian Bupati Tapsel dan mantan Kapolres Tapsel sekaligus mantan atlet pelari nasional Parluatan Siregar.
Daging kerbau itu kemudian dikonsumsi bersama (makan bersama di atas daun pisang) dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, para pengurus dan anggota IKAPSI, serta masyarakat Sipirok yang hadir di acara tersebut.
Makan bersama di lapangan Adian Pardomuan itu juga dihadiri Bupati Dolly Pasaribu, Wakapolres Tapsel, Sekda Tapsel, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur muspida Kabupaten Tapsel dan Kecamatan Sipirok.
Dalam kesempatan ini Ketua Umum IKAPSI juga mencanangkan Night Market untuk mendorong perkembangan UMKM. Raja berharap Night Market bisa menjadi ikon baru Sipirok.
"Tidak mudah memang membuat Night Market ini, butuh infrastruktur, manajemen, dan lainnya. Tapi kalau tidak dimulai kapan lagi. Awal-awal paling tidak dua kali seminggu dulu di hari Sabtu dan Minggu," kata Raja.
Sementara itu, Ketua Umum IKAPSI Raja Parlindungan Pane mengatakan, perubahan nama tersebut dilatarbelakangi penamaan alun-alun yang dirasa kurang menggambarkan ciri daerah Sipirok.
Diketahui, beberapa versi menyebutkan nama alun-alun diambil dari bahasa Jawa, yaitu aloen-aloen yang memiliki arti lapangan terbuka yang luas. Oleh karena itu, penggunaan nama alun-alun dirasa kurang pas untuk masyarakat Tapsel bersuku Batak Angkola.
Adian dalam falsafah Batak berarti tempat istirahat atau peristirahatan (persinggahan). Sementara Pardomouan artinya pertemuan. Sehingga secara fungsi tidak jauh berbeda dengan alun-alun, yakni tempat pertemuan.
"Empat bulan lalu IKAPSI mengusulkan perubahan nama Alun-Alun Sipirok. Alhamdulillah direspons dengan baik oleh pak Bupati," kata Raja Pane.
Menurut Raja Pane, pergantian nama Alun-Alun Sipirok menjadi Adian Pardomuan merupakan kesepakatan antara Pemkap Tapsel, IKAPSI, Hatobangon (Tokoh Masyarakat) dan Harajaan (tokoh adat).
Oleh karena itu, penabalan dan peresmian nama Adian Pardomuan tidak sekadar lewat SK Bupati Tapsel, tetapi dilakukan melalui prosesi adat dengan menyembelih dua ekor kerbau. Menyembelih kerbau atau dalam bahasa Batak disebut manyambol horbo, merupakan simbol tradisi acara adat Tapsel.
Dua ekor kerbau tersebut merupakan pemberian Bupati Tapsel dan mantan Kapolres Tapsel sekaligus mantan atlet pelari nasional Parluatan Siregar.
Daging kerbau itu kemudian dikonsumsi bersama (makan bersama di atas daun pisang) dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, para pengurus dan anggota IKAPSI, serta masyarakat Sipirok yang hadir di acara tersebut.
Makan bersama di lapangan Adian Pardomuan itu juga dihadiri Bupati Dolly Pasaribu, Wakapolres Tapsel, Sekda Tapsel, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur muspida Kabupaten Tapsel dan Kecamatan Sipirok.
Dalam kesempatan ini Ketua Umum IKAPSI juga mencanangkan Night Market untuk mendorong perkembangan UMKM. Raja berharap Night Market bisa menjadi ikon baru Sipirok.
"Tidak mudah memang membuat Night Market ini, butuh infrastruktur, manajemen, dan lainnya. Tapi kalau tidak dimulai kapan lagi. Awal-awal paling tidak dua kali seminggu dulu di hari Sabtu dan Minggu," kata Raja.
Lihat Juga :