Cerita Danial Alya, Pelajar Asal Lombok Terjebak Perang Sudan, Kondisi WNI Memprihatinkan
Selasa, 18 April 2023 - 19:48 WIB
loading...
Suasana Khartoum, Ibu Kota Sudan memanas dengan adanya saling serang antara tentara Sudan dan Paramiliter Rappid Support Forces (RSF). Rentetan tembakan, desing peluru dan dentuman serangan pesawat tempur terdengar begitu jelas. Foto: Tangkapan Layar
A
A
A
LOMBOK - Khartoum, Ibu Kota Sudan memanas dengan adanya saling serang antara Tentara Sudan dan Paramiliter Rappid Support Forces (RSF) . Rentetan tembakan, desing peluru dan dentuman serangan pesawat tempur terdengar begitu jelas.
Peristiwa itu dimulai sejak Sabtu (19/4/023) pukul 09.00 waktu setempat. Hal tersebut kian memanas pada Minggu (16/4/023), yang membuat pertempuran dan serangan dilakukan masing-masing tanpa henti.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga sipil lumpuh. Pembelajaran di kampus-kampus terhenti. WNI yang tengah studi di sana pun terkena dampaknya. Mereka belum dapat belajar di kampus masing-masing. Bahkan, beberapa juga terisolasi karena tidak memungkinkan keluar dari tempat tinggal mereka.
Baca juga: Latar Belakang Perang Saudara di Sudan, Konflik Panjang Sejak 1800-an
Danial Alya, salah satu mahasiswa asal Desa Darek, Lombok Tengah yang kini terjebak di tengah perang bersenjata tersebut melaporkan dampak dari perang. Para pelajar kehabisan bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Peristiwa itu dimulai sejak Sabtu (19/4/023) pukul 09.00 waktu setempat. Hal tersebut kian memanas pada Minggu (16/4/023), yang membuat pertempuran dan serangan dilakukan masing-masing tanpa henti.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga sipil lumpuh. Pembelajaran di kampus-kampus terhenti. WNI yang tengah studi di sana pun terkena dampaknya. Mereka belum dapat belajar di kampus masing-masing. Bahkan, beberapa juga terisolasi karena tidak memungkinkan keluar dari tempat tinggal mereka.
Baca juga: Latar Belakang Perang Saudara di Sudan, Konflik Panjang Sejak 1800-an
Danial Alya, salah satu mahasiswa asal Desa Darek, Lombok Tengah yang kini terjebak di tengah perang bersenjata tersebut melaporkan dampak dari perang. Para pelajar kehabisan bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Lihat Juga :