Nyaris Gagal, Monas Dibangun Soekarno Saat Kondisi Ekonomi Indonesia Kembang Kempis
Sabtu, 15 April 2023 - 05:24 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai langkah awal, pada tahun 1955 dibuka sayembara pembuatan rancangan yang berlaku untuk umum. Sebanyak 51 peserta mengirimkan rancangannya, namun hanya satu yang dianggap sesuai, yakni karya Frederich Silaban.
“Karya tersebut menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan berabad-abad”.
Lantaran ingin menggali lebih jauh, pada tahun 1960 diadakan kembali sayembara yang kedua. Kali ini, dari sebanyak 136 karya yang dikirimkan peserta, tidak ada satupun yang memenuhi kriteria.
Akhirnya juri memutuskan memakai rancangan Silaban. Meski mengkhawatirkan anggaran, di sisi lain Bung Karno tidak suka menunggu. Ia menolak proyek ditunda, apalagi sampai ekonomi membaik.
Apapun yang terjadi, proyek nasional harus segera diwujudkan. Soekarno kemudian menerbitkan Keppres untuk pembentukan panitia monumen nasional yang diketuai oleh Kolonel Umar Wirahadikusuma.
Soekarno meminta arsitek R.M. Soedarsono melanjutkan rancangan Silaban. Diarsiteki Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono, pada 17 Agustus 1961, pembangunan Monas di atas lahan seluas 80 hektar itu, dimulai.
“Soedarsono memasukkan angka 17,8 dan 45 ke dalam rancangan monumen nasional”.
“Karya tersebut menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan berabad-abad”.
Lantaran ingin menggali lebih jauh, pada tahun 1960 diadakan kembali sayembara yang kedua. Kali ini, dari sebanyak 136 karya yang dikirimkan peserta, tidak ada satupun yang memenuhi kriteria.
Akhirnya juri memutuskan memakai rancangan Silaban. Meski mengkhawatirkan anggaran, di sisi lain Bung Karno tidak suka menunggu. Ia menolak proyek ditunda, apalagi sampai ekonomi membaik.
Apapun yang terjadi, proyek nasional harus segera diwujudkan. Soekarno kemudian menerbitkan Keppres untuk pembentukan panitia monumen nasional yang diketuai oleh Kolonel Umar Wirahadikusuma.
Soekarno meminta arsitek R.M. Soedarsono melanjutkan rancangan Silaban. Diarsiteki Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono, pada 17 Agustus 1961, pembangunan Monas di atas lahan seluas 80 hektar itu, dimulai.
“Soedarsono memasukkan angka 17,8 dan 45 ke dalam rancangan monumen nasional”.
Lihat Juga :