Komplotan Pembobol Showroom Mobil Bekas di Surabaya Dibekuk Polisi
Senin, 20 Juli 2020 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Dari tersangka Antoni, turut diamankan barang bukti motor sebagai sarana melakukan pembobolan, gunting baja, vapor hasil serta beberapa potong jas mewah. "Polisi yang melakukan pengembangan kemudian membekuk satu persatu tersangka lain termasuk para penadah tersebut," imbuh Arief.(Baca juga : Legenda Persebaya Bermain Bola Bersama Relawan Eri Cahyadi )
Selain membobol showroom mobil, komplotan ini juga beraksi di tiga lokasi lain. Bermodal gunting baja itu, mereka berhasil membobol gudang distributor baju mewah di kawasan Kenjeran. Dari pencurian itu, mereka berhasil membawa kabur puluhan potong jas mewah serta bahan setengah jadi.
Mereka juga beraksi membobol gudang rokok elektrik di Jalan Manyar. Dari toko itu, mereka berhasil menggondol puluhan rokok elektrik atau lebih dikenal sebagai vapor.
Sebagian barang dijual ke Madura. "Komplotan ini cukup lihai. Sebelum mengangkut barang curian, mereka terlebih dulu membereskan rekaman dari CCTV. Hal itu selalu dilakukan di setiap tempat kejadian perkara (TKP)," ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol), 2013 itu.
Sementara itu, dihadapan penyidik, Antoni mengaku telah empat kali melakukan aksi tersebut di Surabaya. Dia nekat mencuri karena usianya tidak lagi muda. Sehingga sulit mencari pekerjaan. "Mau kerja apa saya sudah tua begini. Ya terpaksa saya mencuri," katanya dengan wajah tertunduk.(Baca juga: Tak Miliki Biaya Beli Paket, Siswa SMP di Surabaya Sekolah di Warkop )
Selain membobol showroom mobil, komplotan ini juga beraksi di tiga lokasi lain. Bermodal gunting baja itu, mereka berhasil membobol gudang distributor baju mewah di kawasan Kenjeran. Dari pencurian itu, mereka berhasil membawa kabur puluhan potong jas mewah serta bahan setengah jadi.
Mereka juga beraksi membobol gudang rokok elektrik di Jalan Manyar. Dari toko itu, mereka berhasil menggondol puluhan rokok elektrik atau lebih dikenal sebagai vapor.
Sebagian barang dijual ke Madura. "Komplotan ini cukup lihai. Sebelum mengangkut barang curian, mereka terlebih dulu membereskan rekaman dari CCTV. Hal itu selalu dilakukan di setiap tempat kejadian perkara (TKP)," ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol), 2013 itu.
Sementara itu, dihadapan penyidik, Antoni mengaku telah empat kali melakukan aksi tersebut di Surabaya. Dia nekat mencuri karena usianya tidak lagi muda. Sehingga sulit mencari pekerjaan. "Mau kerja apa saya sudah tua begini. Ya terpaksa saya mencuri," katanya dengan wajah tertunduk.(Baca juga: Tak Miliki Biaya Beli Paket, Siswa SMP di Surabaya Sekolah di Warkop )
(nun)
Lihat Juga :