TGB Zainul Majdi Disambut Hangat di Pesantren Salafiyah Az Zuhri Semarang
Sabtu, 08 April 2023 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Gus E mengatakan di pesantren yang dipimpinnya tersebut mengutamakan kesetaraan. Sebab itu, semuanya duduk bersama tidak ada pembedaan.
Baca juga: Pimpin Konsolidasi, Ketua Perindo Jateng Sebut TGB Layak Jadi Cawapres
“Entah itu pejabat, penjahat, penjahit, itu duduk bersama, tidak ada perbedaan apapun. Jihad bukan membawa bom. Jihad itu bagaimana kita ini, kaum-kaum Islam ini mendapatkan ilmu bukan untuk cari surga, akan tetapi ilmu agama untuk bekal hidup di dunia ini, barzah dan akhirat nanti,” sambungnya.
Kesetaraaan yang jadi tradisi di Pesantren Salafiyah Az Zuhri, sebut Gus E, salah satunya dari sapaannya. Kalau yang laki-laki dipanggil Kang dan yang putri Mbakyu.
“Biar tidak ada perbedaan, tidak menancapkan gila hormat,” tandasnya.
Pada kegiatan itu, TGB Zainul Majdi datang saat waktu Magrib. Langsung disilakan untuk masuk dan mengawali berbuka puasa dengan kurma kemudian nasi kebuli. Setelah itu semuanya Salat Magrib diimami oleh Dr. Awaluddin Pimay, Lc.,M.A.
Baca juga: Pimpin Konsolidasi, Ketua Perindo Jateng Sebut TGB Layak Jadi Cawapres
“Entah itu pejabat, penjahat, penjahit, itu duduk bersama, tidak ada perbedaan apapun. Jihad bukan membawa bom. Jihad itu bagaimana kita ini, kaum-kaum Islam ini mendapatkan ilmu bukan untuk cari surga, akan tetapi ilmu agama untuk bekal hidup di dunia ini, barzah dan akhirat nanti,” sambungnya.
Kesetaraaan yang jadi tradisi di Pesantren Salafiyah Az Zuhri, sebut Gus E, salah satunya dari sapaannya. Kalau yang laki-laki dipanggil Kang dan yang putri Mbakyu.
“Biar tidak ada perbedaan, tidak menancapkan gila hormat,” tandasnya.
Pada kegiatan itu, TGB Zainul Majdi datang saat waktu Magrib. Langsung disilakan untuk masuk dan mengawali berbuka puasa dengan kurma kemudian nasi kebuli. Setelah itu semuanya Salat Magrib diimami oleh Dr. Awaluddin Pimay, Lc.,M.A.
(shf)
Lihat Juga :