Sejarah Bandit Legendaris Entong Tolo, Robin Hood dari Bekasi
Jum'at, 07 April 2023 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Bandit Biasa melakukan kejahatan dengan cara merampok tanpa latar belakang apapun. Sedangkan, Bandit Sosial adalah perbuatan seseorang atau sekelompok untuk merampok yang dilatarbelakangi kepentingan sosial-politik.
Jika Si Gantang merampok tanpa latar belakang apapun, maka Entong Tolo merampok dengan latar belakang sosial-politik (resistensi terhadap pengelola perkebunan).
Baca Juga: Sejarah Pembantaian Puluhan Tentara Jepang, Kisah di Balik Monumen Kali Bekasi
Entong Tolo muncul pada tahun 1904 atau setahun setelah masa kajayaan Si Gantang berakhir. Berdasarkan konten sejarah yang disajikan Museum Digital Gedung Juang Bekasi, Entong Tolo dikenal sebagai seorang bandit yang berjiwa sosial tinggi. Perannya mirip tokoh Robin Hood di Inggir, dan Si Pitung di Jakarta.
Entong Tolo yang kala itu berusia 50 tahun merupakan pedagang asal Pondok Gede yang pindah ke Pagerarang, Afdeeling Meester Cornelis, yakni wilayah administratif di era pemerintahan Hindia yang mencakup Bekasi.
Entong Tolo dikenal sebagai berandal yang berbuat kebaikan dengan membantu para petani yang menderita tekanan berbagai pajak. Pada masa penjajahan Kolonial Belanda, Bekasi dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur. Ironisnya, yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi bukan rakyat melainkan tuan tanah.
Pada masa itu rakyat Bekasi dalam kondisi serba sulit. Hal ini menimbulkan kemarahan sehingga menyebabkan munculnya tokoh-tokoh pembela rakyat kecil, seperti Entong Tolo.
Selama aksinya antara tahun 1904-1908 Entong Tolo mencuri harta benda dari orang kaya di Afdeeling Meester Cornelis dan juga harta tuan tanah. Hasil rampokan Entong Tolo dibagikan kepada petani untuk membayar pajak.
Sebab saat itu apabila tidak mampu membayar pajak, petani dikenakan denda atau menghadap pengadilan. Bahkan mereka dipenjarakan atau dibakar harta bendanya.
Jika Si Gantang merampok tanpa latar belakang apapun, maka Entong Tolo merampok dengan latar belakang sosial-politik (resistensi terhadap pengelola perkebunan).
Baca Juga: Sejarah Pembantaian Puluhan Tentara Jepang, Kisah di Balik Monumen Kali Bekasi
Entong Tolo muncul pada tahun 1904 atau setahun setelah masa kajayaan Si Gantang berakhir. Berdasarkan konten sejarah yang disajikan Museum Digital Gedung Juang Bekasi, Entong Tolo dikenal sebagai seorang bandit yang berjiwa sosial tinggi. Perannya mirip tokoh Robin Hood di Inggir, dan Si Pitung di Jakarta.
Entong Tolo yang kala itu berusia 50 tahun merupakan pedagang asal Pondok Gede yang pindah ke Pagerarang, Afdeeling Meester Cornelis, yakni wilayah administratif di era pemerintahan Hindia yang mencakup Bekasi.
Entong Tolo dikenal sebagai berandal yang berbuat kebaikan dengan membantu para petani yang menderita tekanan berbagai pajak. Pada masa penjajahan Kolonial Belanda, Bekasi dikenal sebagai wilayah pertanian yang subur. Ironisnya, yang menikmati hasil kesuburan tanah Bekasi bukan rakyat melainkan tuan tanah.
Pada masa itu rakyat Bekasi dalam kondisi serba sulit. Hal ini menimbulkan kemarahan sehingga menyebabkan munculnya tokoh-tokoh pembela rakyat kecil, seperti Entong Tolo.
Selama aksinya antara tahun 1904-1908 Entong Tolo mencuri harta benda dari orang kaya di Afdeeling Meester Cornelis dan juga harta tuan tanah. Hasil rampokan Entong Tolo dibagikan kepada petani untuk membayar pajak.
Sebab saat itu apabila tidak mampu membayar pajak, petani dikenakan denda atau menghadap pengadilan. Bahkan mereka dipenjarakan atau dibakar harta bendanya.
Lihat Juga :