Sejarah Bandit Legendaris Entong Tolo, Robin Hood dari Bekasi

Jum'at, 07 April 2023 - 09:22 WIB
loading...
A A A
"Entong Tolo memberikan sebagian hasil merampok harta tuan tanah dan orang-orang kaya di Afdeeling Meester Cornelis, diberikan kepada para petani untuk membayar pajak. Entong Tolo merupakan bandit yang memiliki jiwa sosial sehingga disegani, dihormati, dan dilindungi penduduk," tulis petikan naskah kisah Entong Tolo di Museum Digital Gedung Juang Bekasi.

Ditangkap Tahun 1908 dan Diasingkan ke Manado

Kemunculan Entong Tolo saat itu cukup membuat polisi kewalahan. Aksi yang dilakukannya membuat Entong Tolo dicap sebagai bandit oleh Kolonial Belanda.

Entong Tolo pun harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. Ia hidup buron dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun Entong Tolo, termasuk lima istri dan anaknya, selalu mendapat pertolongan dari masyarakat.

Polisi kesulitan menangkapnya karena tidak ada bukti kuat. Petani yang melindungi Entong Tolo juga menjadi kendala bagi polisi. Namun, setelah kurang lebih 4 tahun melakukan aksi perampokan akhirnya pada November 1908, melalui bantuan seorang camat Sawangan, sepak terjang Entong Tolo berakhir.

Dengan berbagai pertimbangan ia tidak diajukan ke pengadilan, tapi ditahan di penjara sambil menunggu vonis langsung dari pemerintah. Pada 17 September 1910, Sekretaris Karesidenan Batavia J Van Gigch mengirimkan surat ke Gubernur Jenderal Hindia Belanda AWF Idenburg supaya Entong Tolo dibuang ke luar Jawa. Alasannya, saat itu penegak hukum kekurangan bukti.

Di samping juga tidak ada saksi yang mau memberikan keterangan, sehingga tindakan yang dilakukan Entong Tolo tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan pengacauan politik.

Entong Tolo akhirnya dibuang ke Manado oleh JAVan Arcken, Administratur Binnenlandsch Bestuur, pada 14 November 1910. Ia menerbitkan surat ketetapan yang isinya membuang Entong Tolo ke Manado.

Residen Manado bersedia menerima Entong Tolo sebagai orang buangan. Selain itu, residen juga menanggung biaya hidup Entong Tolo saat diasingkan di Manado. Setelah memberi biaya hidup selama enam bulan, Residen Manado wajib mencarikan pekerjaan lain untuk Entong Tolo.

Keberlanjutan hidup Entong Tolo setelah diasingkan tidak ada yang mengetahuinya, bahkan tidak ditampilkan di Museum Gedung Juang, Tambun, Bekasi.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi bagi Masyarakat, MNC Sekuritas Resmikan Kantor Cabang Bekasi Galaxy
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Rekomendasi
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Berita Terkini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved