Pencarian Korban Bencana Banjir Luwu Utara Terus Dilakukan

Senin, 20 Juli 2020 - 08:02 WIB
loading...
Pencarian Korban Bencana...
Suasana Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel yang porakporanda pascaterjangan banjir bandang, Senin (13/7) malam. Foto/Koran Sindo Makassar/Muchtamir Zaide
A A A
MAKASSAR - Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara , Sulsel, mendapat perhatian dari pusat. Potensi bencana di wilayah tersebut kemungkinan besar masih bisa terjadi.

Data akumulasi sementara Pusdalops BNPB RI hingga Sabtu 18 Juli 2020, dilaporkan 36 orang meninggal dunia atas kejadian ini. Kemudian 40 warga masih dalam pencarian, dan 58 orang luka-luka.

Selain itu tercatat ada 14.483 jiwa atau 3.627 KK terdampak yang saat ini mengungsi di 76 titik posko yang tersebar di tiga kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Masamba 1.937 KK (7.748 jiwa), Kecamatan Sabbang 238 KK (927 jiwa), dan Kecamatan Baubenta 1.452 KK (5.808 jiwa)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, proses pencarian dan evakuasi korban terdampak banjir masih terus dilakukan. Diupayakan dalam seminggu kedepan proses pencarian masih dilakukan.

"Kami dapat info terkahir dari pemerintah Luwu Utara, bahwa proses pencarian korban akan berlangsung selama seminggu. Jika masih ada kebutuhan untuk mencari lagi, Basarnas akan standby dan bisa lakukan proses lebih lanjut," tutur Raditya saat konferensi pers terkait penanganan banjir Luwu Utara via telekonferensi, kemarin.

Dia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan, korban jiwa masih bertambah. Di tengah upaya pembersihan lokasi yang masih banyak tertutupi lumpur atas dampak banjir. "Dalam hal pembersihan sudah dilakukan dan targetnya seminggu setelah kejadian, sudah bersih semuanya," tambahnya. (BACA JUGA: Erdogan Lakukan Kunjungan Kejutan ke Hagia Sophia usai Jadi Masjid)

Dia melanjutkan, bencana banjir di Kabupaten Luwu Utara tidak hanya disebabkan karwna curah hujan yang tinggi. Berdasarkan kunjungan Kepala BPNP RI beberapa waktu lalu, juga mengaku peristiwa ini pun karena ada faktor manusia, disamping faktor alam.

"Pertama curah hujan yang tinggi, kedua peralihan fungsi lahan, kemudian ketiga memang ada sejarah dalam patahan yang mengakibatkan kondisi formasi di bagian hulu lemah dan berpotensi terjadi longsor," kata Raditya Jati.

Bencana ini menyebabkan kerugiaan materiil yang sangat besar. Meski belum dihitung nilainya, namun kerusakan dari segi infrastruktur cukup banyak. Diantaranya meliputi 9 unit sekolah, 4.202 rumah, 13 unit rumah ibadah, 3 unit fasilitas kesehatan, 8 kantor pemerintah.

Banjir juga menyebabkan akses transportasi terdampak yakni di sepanjang 12,8 kilometer jalan rusak, dan 9 unit jembatan. Akses jalur Masamba-Baebunta juga tertimbun longsor. Kemudian 219 hektare lahan pertanian dan 245 hektare persawahan pun terdampak.

Sementara Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, KESDM, Agus Budianto menjeleaskan, bencana banjir bandang di Luwu Utara bukan peristiwa yang terjadi tiba-tiba. Bencana ini terjadi karena adanya akumulasi kondisi alam baik cuaca dan kondisi topografi wilayah.

Dikatakan, kondisi Luwu Utara yang sebagian besar wilayah pegunungan yang kerentanan tanahnya mudah lepas. Jika hujan, potensi gerakan tanah mudah terjadi. Dimana tanahnya bisa menyumbat aliran sungai di sekitarnya dan menjadi sedimen.

Agus mengaku, potensi bencana masih akan terjadi. Mitigasi bencana oleh pemerintah daerah harus dilakukan demi meningkatkan kewaspadaan. Di tengah curah hujan yang tinggu diperkirakan masih terjadi. (BACA JUGA: Keluarga dan Pesohor Menangis Usai Dengar Lirik "12 Tahun Terindah" BCL)

"Potensi ini akan tetap ada di waktu kapanpun juga kalau kita tidak melakukan tindakan-tindakan, misalnya membatasi tentunya pemukiman di sekitar di jalur sungai, dan membatasi wilayah-wilayah yang berada di mulut lembah," papar Agus.

Makanya, perencanaan ulang tata kota di daerah rawan bencama perlu dievaluasi. Pengembangan kota di sekitar sungai dan sekitar lembah, perlu dibatasi. Bahkan jika perlu dijauhi untuk kemudian digeser menjauhi daerah sungai terutama yang berhulu di daerah perbukitan rawan longsor.

Hal ini perlu diikuti dengan pemulihan fungsi lahan, dengan menanam vegetasi berakar kuat di daerah perbukitan. "Pencegahan tentu ditanami dengan tanaman berakar kuat di sekitar bekas longsoran," pungkas Agus.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kaposwil Safrizal: 480...
Kaposwil Safrizal: 480 Lokasi Terdampak Lumpur Banjir di Aceh Sudah Dibersihkan
Ratusan Keluarga Korban...
Ratusan Keluarga Korban Banjir Bandang di Aceh dan Sumut Terima Bantuan Pangan
Satgas Rehab-Rekon Aceh...
Satgas Rehab-Rekon Aceh Ajak Warga Bersihkan Daerah Bencana lewat Padat Karya Tunai
Mendagri: 38 Daerah...
Mendagri: 38 Daerah Bangkit dari Bencana Sumatera, 11 Wilayah Masih Butuh Perhatian
Bantu Korban Bencana...
Bantu Korban Bencana Sumatera, Tokio Marine Group Donasikan USD50.000 kepada PMI
Satgas PRR Serahkan...
Satgas PRR Serahkan Bantuan Presiden untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Pidie
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Mensesneg Pastikan Dalami...
Mensesneg Pastikan Dalami Dugaan Penebangan Hutan Picu Banjir di Guci Tegal
Banjir Bandang Tapanuli...
Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Kayu Gelondongan Menumpuk di Sungai
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved