Bos Densus 88 Bongkar Cara Kerja Teroris Kuasai Medsos untuk Rekrutmen

Selasa, 21 Maret 2023 - 07:53 WIB
loading...
Bos Densus 88 Bongkar...
Densus 88 beberkan cara kerja teroris menguasai medsos untuk rekrutmen anggota.Foto/dok
A A A
SEMARANG - Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri Irjen Pol. Marthinus Hukom membongkar bagaimana kelompok radikal-teror bekerja memanfaatkan media sosial (medsos) untuk merekrut anggota.

Propaganda disebar di sana. Media sosial efektif digunakan sebab di sana tersaji informasi penting mulai identitas diri, properti hingga budaya ataupun kebisaan si pengguna platform medsos.

Menurut jenderal polisi bintang dua itu, pertama kelompok radikal-teror akan menganalisa media sosial untuk menguasai tren yang berkembang di sana. Langkah selanjutnya adalah menguasai tren dari analisa berita yang paling banyak dibicarakan, tagar atau hastag.

“Propagandis kemudian menyisipkan berita-berita propaganda ke dalam tren,” kata Marthinus saat mengisi Kuliah Umum Kebangsaan bertajuk “Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial” di Kampus Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Senin 20 Maret 2023.

Baca juga: Kadensus 88 Antiteror: Kelompok Teror Gunakan Algoritma Medsos untuk Propaganda dan Perekrutan

Tujuan propagandis radikal teror itu pun bertahap setelah melakuan serangkaian mekanisme menguasai tren media sosial. Pertama adalah rekrutmen dengan cara membaca perilaku masyarakat, penguatan ideologi yakni mempengaruhi kepercayaan dan perilaku masyarakat, penguatan finansial yakni mengurangi kepercayaan pada suatu negara, penguatan organisasi dengan merugikan suatu pemerintahan negara hingga penguatan opini publik dengan mendiskreditkan insitusi publik dan swasta dan menabur perselisihan domestik.

Marthinus mengatakan, pada konteks media sosial, kelompok teror ISIS cerdas memanfaatkan momentum-momentum tertentu.

“Contohnya pada 2014, mereka memanfaatkan momentum World Cup (Piala Dunia) Brasil yang sedang tren dalam pencarian di media sosial, mereka (propagandis radikal-teror) menyisipkan berita-berita propaganda ke dalam tren (pencarian). Klik untuk diarahkan ke propaganda-propaganda medsos,” sambungnya.

Perekrutan di tingkat lokal, sangat dipengaruhi tren yang terjadi di ranah global. Marthinus mencontohkan isu trending lainnya yang dimanfaatkan propagandis radikal teror adalah kemenangan Donald Trump jadi Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016 hingga Brexit tahun 2020.

“Twitter dan Facebook yang paling banyak digunakan (sebagai sarana propaganda radikal teror), karena di sana memiliki algoritma yang sedang tren,” jelasnya.

Sebab itu, kata Marthinus, anak-anak muda tak terkecuali para mahasiswa diajak untuk bersama-sama membuat konten-konten positif dan disebarkan di media sosial.

“Agar tercipta eco chamber, untuk menetralisir propaganda radikal teror di medsos,” ajaknya di depan ribuan mahasiswa yang hadir mengikuti kuliah umum itu.

Pada kegiatan itu hadir pula sebagai narasumber yakni Rektor SCU Dr. Ferdinandus Hindiarto hingga 2 mantan narapidana terorisme yakni Hadi Masykur yang dulu tergabung kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan Munir Kartono yang sempat bergabung kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD) kelompok lokal di Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok teror global ISIS.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Masyarakat Takut Lihat...
Masyarakat Takut Lihat Informasi Hantavirus di Medsos, Legislator Jakarta: Pemerintah Harus Beri Edukasi
Gubernur Sultra Ubah...
Gubernur Sultra Ubah Rekrutmen Pejabat dengan Wawancara dan Umumkan Secara Terbuka
Pemberdayaan Masyarakat,...
Pemberdayaan Masyarakat, Eiger Adventure Land Rekrut Lebih 600 Warga Megamendung
Banjir dan Longsor Kepung...
Banjir dan Longsor Kepung Jateng: 3 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak
Siswa SMP Lempar Bom...
Siswa SMP Lempar Bom Molotov ke Sekolah di Kalbar, Densus 88: Terinspirasi Pelaku Kekerasan Luar Negeri
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Berita Terkini
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Infografis
Manfaat Teh Jahe untuk...
Manfaat Teh Jahe untuk Kesehatan dan Cara Membuatnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved