Pelajar SMA Negeri 11 Makassar Babak Belur Dikeroyok Senior
Senin, 20 Maret 2023 - 02:52 WIB
loading...
Aksi pengeroyokan terhadap seorang pelajar kelas XI SMA Negeri 11 Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Foto/iNews TV/Muhammad Nur Bone
A
A
A
MAKASSAR - Pengeroyokan yang dilakukan oleh senior terhadap adik kelas, menimpa seorang pelajar kelas XI SMA Negeri Makassar. Akibat pengeroyokan yang terjadi di dalam sekolah pada Jumat (18/3/2023) tersebut, korban babak belur dan masih trauma.
Baca juga: Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pria Diduga Maling hingga Tewas
Video aksi pengeroyokan tersebut, juga viral di media sosial (Medsos). Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah siswa menjadi korban pengeroyokan. Mereka dipukuli dan diinjak, bahkan ada yang diseret oleh para seniornya.
Korban yang mengalami luka lebam akibat pengeroyokan tersebut, diketahui berinisial GPM (17). Pada Minggu (19/3/2023) malam, dia masih mengalami trauma berat dan ketakutan sehingga tidak ingin bersekolah.
Baca juga: Kisah Bayi Prabu Siliwangi Diasuh Induk Harimau di Tengah Hutan Belantara
Ayah korban, Idiamin Sartian menyebutkan, dari pengakuan korban peristiwa pengeroyokan ini merupakan tradisi penganiayaan yang kerap dilakukan oleh para senior di dalam sekolah.
"Awalnya korban hendak pulang sekolah, melihat temannya dipukuli oleh senior di pintu pagar sekolah, akhirnya korban berupaya menolong tetapi justru ikut jadi sasaran pengeroyokan," tuturnya.
Baca juga: Magetan Gempar! Istri Diduga Selingkuh dengan Kepala Dinas, Anggota TNI AD Ngamuk
Idiamin menambahkan, setelah dipukuli, anaknya sempat melaporkan pengeroyokan yang dialaminya ke guru dan berusaha untuk pulang. Namun saat hendak mencari jalan ke luar sekolah, korban kembali dikeroyok. "Mirisnya, pengeroyokan itu disaksikan sejumlah guru, yang hanya mevideokan tapi tidak melerai," ungkapnya.
Dia berharap, ada proses hukum terhadap semua pihak yang bertanggungjawab, karena pengeroyokan terjadi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh para guru. Bahkan, orang tua korban pengeroyokan telah melaporkan kasus itu ke Polsek Tamalate, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Baca juga: Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pria Diduga Maling hingga Tewas
Video aksi pengeroyokan tersebut, juga viral di media sosial (Medsos). Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah siswa menjadi korban pengeroyokan. Mereka dipukuli dan diinjak, bahkan ada yang diseret oleh para seniornya.
Korban yang mengalami luka lebam akibat pengeroyokan tersebut, diketahui berinisial GPM (17). Pada Minggu (19/3/2023) malam, dia masih mengalami trauma berat dan ketakutan sehingga tidak ingin bersekolah.
Baca juga: Kisah Bayi Prabu Siliwangi Diasuh Induk Harimau di Tengah Hutan Belantara
Ayah korban, Idiamin Sartian menyebutkan, dari pengakuan korban peristiwa pengeroyokan ini merupakan tradisi penganiayaan yang kerap dilakukan oleh para senior di dalam sekolah.
"Awalnya korban hendak pulang sekolah, melihat temannya dipukuli oleh senior di pintu pagar sekolah, akhirnya korban berupaya menolong tetapi justru ikut jadi sasaran pengeroyokan," tuturnya.
Baca juga: Magetan Gempar! Istri Diduga Selingkuh dengan Kepala Dinas, Anggota TNI AD Ngamuk
Idiamin menambahkan, setelah dipukuli, anaknya sempat melaporkan pengeroyokan yang dialaminya ke guru dan berusaha untuk pulang. Namun saat hendak mencari jalan ke luar sekolah, korban kembali dikeroyok. "Mirisnya, pengeroyokan itu disaksikan sejumlah guru, yang hanya mevideokan tapi tidak melerai," ungkapnya.
Dia berharap, ada proses hukum terhadap semua pihak yang bertanggungjawab, karena pengeroyokan terjadi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh para guru. Bahkan, orang tua korban pengeroyokan telah melaporkan kasus itu ke Polsek Tamalate, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
(eyt)
Lihat Juga :