Drama Fatimah dan Perjuangan Kakek Anies Baswedan yang Gemparkan Surabaya

Minggu, 19 Maret 2023 - 16:51 WIB
loading...
A A A
Sikap nasionalisme itu bertentangan dengan garis pemikiran para wulaiti yang tetap berorientasi politik dan ekonomi ke Hadramaut. Drama Fatimah yang berisi lakon delapan babak dianggap para wulaiti sebagai kritik keras dari orang-orang PAI.

“Mereka merasa diinjak-injak oleh isi drama itu, yang dianggap membidik mereka”.

PAI kaget dengan keributan yang ditimbulkan oleh drama Fatimah, namun tidak gentar menghadapi tuduhan dan permusuhan. A.R Baswedan, dalam tulisannya di jurnal Insaf dan Aliran Baroe menilai kaum wulaiti tidak tahu apa-apa tentang teater dan kesulitan menilai teater dengan benar.

PAI meminta khalayak ramai tidak membangkitkan kebencian, tapi mempelajari naskah Fatimah dengan seksama. Pada pertengahan tahun 1939 drama Fatimah dipentaskan di Cirebon, Jawa Barat.

Yang terjadi, kegaduhan pecah di Surabaya, Jawa Timur sebagai reaksi pementasan Cirebon. Keributan dilakukan oleh orang-orang yang membawa revolver, kelewang, golok, dan pisau belati. Mereka menolak drama Fatimah dimainkan.

Pertunjukkan pun dibatalkan di tengah jalan. Begitu juga pementasan di Batavia (Jakarta) di tahun yang sama, juga batal. Para pemuka wulaiti bahkan menghubungi konsul Inggris di Batavia untuk memprotes pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Intinya, drama Fatimah distop. Namun permintaan itu ditolak dengan alasan konflik yang terjadi sebagai masalah internal. Sementara di sisi lain para pemimpin dan cendekiawan di Hindia Belanda semakin banyak mempertimbangkan upaya pelarangan drama Fatimah.

Setelah pembatalan di Surabaya, pada Oktober 1939 drama Fatimah akhirnya dipentaskan di Batavia. Meski dijaga ketat polisi, pertunjukkan yang juga disaksikan anggota Volksraad sukses besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Surat Anies Baswedan...
Surat Anies Baswedan untuk Aktivis Kontras Andrie Yunus: Cepat Sembuh dan Kembali Berjuang!
Pramono Resmikan Revitalisasi...
Pramono Resmikan Revitalisasi JPO Sarinah, Dulu Sempat Dibongkar Era Anies Baswedan
Anies Nyemplung saat...
Anies Nyemplung saat Lomba Tarik Tambang di Rakit: Harga Perjuangan yang Harus Dibayar
Anies Baswedan Bicara...
Anies Baswedan Bicara soal Kenaikan PBB di Tengah Isu 'Demo Besar-Besaran'
Profil Sahrin Hamid,...
Profil Sahrin Hamid, Jubir Anies Baswedan yang Diangkat Menjadi Komisaris Jakpro
Mantan Jubir Anies Sahrin...
Mantan Jubir Anies Sahrin Hamid hingga Kepala BP BUMD Jabat Komisaris PT Jakpro
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Cari Tontonan Plot Twist?...
Cari Tontonan Plot Twist? Ini 5 Microdrama V+Short yang Wajib Masuk Watchlist
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Rekomendasi
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved