TNI Angkatan Laut Edukasi Masyarakat Pesisir dalam Menghadapai Tsunami
Kamis, 16 Maret 2023 - 22:33 WIB
loading...
Kadispotmaral Laksamana Pertama TNI Suradi Agung Slamet menjelaskan, pelatihan penanggulangan bencana merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh TNI AL. (Ist)
A
A
A
SURABAYA - Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah kepulauan dan terletak di antara benua Asia dan Australia. Negara Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam jalur lalu-lintas perdagangan dunia.
Kadispotmaral (Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut) Laksamana Pertama TNI Suradi Agung Slamet sebagai penanggungjawab pelatihan penanggulangan bencana TNI AL Tahun Anggaran 2023 menjelaskan, pelatihan penanggulangan bencana merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh TNI AL melalui Dispotmaral yang diagendakan setiap tahun dan agenda ini selalu di prioritaskan pada daerah-daerah rawan bencana.
"TNI Angkatan Laut berusaha menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa budaya akan sadar bencana harus di mulai dari kesadaran individu, keluarga dan kelompok, termasuk di lingkungan sekolah sampai pada kelompok masyarakat bawah. Kegiatan pelatihan dianggap sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas aparat pemerintah dan masyarakat dalam rangka membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujar Laksamana Suradi.
Dikatakan, Pada tahun ini kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam dilaksanakan di tiga wilayah yaitu di Lanal Denpasar pada tanggal 22 sampai dengan 24 Februari 2023, Lanal Malang yang dipusatkan di desa Tambakrejo, kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 9 Maret 2023. "Sedangkan Lanal Cilacap dilaksanakan mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Maret 2024," terangnya.
Dijelaskan Suradi, bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun dari awal sejak dini dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Kesiapan dan partisipasi masyarkat sangat penting dalam penanggulangan bencana.
Kesiapan menghadapi ancaman menentukan besar kecilnya resiko dan dampak bencana yang akan diterimaa. Masyarakat di daerah rawan bencana, bersama-sama pihak yang berwenang menjadi “subjek” atau pelaku.
"Penanggulangan bencana bukanlah kerja sendiri, melainkan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi termasuk media baik cetak,elektronik dan sosial media," sebut Suradi.
Kadispotmaral (Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut) Laksamana Pertama TNI Suradi Agung Slamet sebagai penanggungjawab pelatihan penanggulangan bencana TNI AL Tahun Anggaran 2023 menjelaskan, pelatihan penanggulangan bencana merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh TNI AL melalui Dispotmaral yang diagendakan setiap tahun dan agenda ini selalu di prioritaskan pada daerah-daerah rawan bencana.
"TNI Angkatan Laut berusaha menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa budaya akan sadar bencana harus di mulai dari kesadaran individu, keluarga dan kelompok, termasuk di lingkungan sekolah sampai pada kelompok masyarakat bawah. Kegiatan pelatihan dianggap sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas aparat pemerintah dan masyarakat dalam rangka membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana," ujar Laksamana Suradi.
Dikatakan, Pada tahun ini kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam dilaksanakan di tiga wilayah yaitu di Lanal Denpasar pada tanggal 22 sampai dengan 24 Februari 2023, Lanal Malang yang dipusatkan di desa Tambakrejo, kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 9 Maret 2023. "Sedangkan Lanal Cilacap dilaksanakan mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Maret 2024," terangnya.
Dijelaskan Suradi, bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun dari awal sejak dini dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Kesiapan dan partisipasi masyarkat sangat penting dalam penanggulangan bencana.
Kesiapan menghadapi ancaman menentukan besar kecilnya resiko dan dampak bencana yang akan diterimaa. Masyarakat di daerah rawan bencana, bersama-sama pihak yang berwenang menjadi “subjek” atau pelaku.
"Penanggulangan bencana bukanlah kerja sendiri, melainkan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi termasuk media baik cetak,elektronik dan sosial media," sebut Suradi.
Lihat Juga :