Ketua DPRD Kota Bogor Raih Gelar Doktor dari IPB University
Kamis, 16 Maret 2023 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
“Banyak temuan di lapangan yang bisa dijadikan acuan bagi pemerintah daerah untuk bisa menjadikan pekarangan setiap rumah tangga bernilai lebih, baik dari sisi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi. Melalui pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, diharapkan pelestarian lingkungan di unit terkecil masyarakat dapat berjalan sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi keluarga," jelasnya
Dalam salah satu bahasannya, Atang menemukan enam faktor pendorong (driven factors) keberhasilan pemanfaatan pekarangan sebagai objek dan daya tarik agrowisata melalui analisis interpretative structural modelling (ISM). Keenamnya yakni melestarikan kearifan budaya lokal, regulasi sektoral, kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan, pembiayaan bagi pengembangan agrowisata, peningkatan pengetahuan serta keterampilan SDM lokal, dan model kelembagaan yang merangsang partisipasi masyarakat.
Atang menambahkan disertasinya tersebut dapat diimplementasikan di Kota Bogor dan pemerintah daerah lainnya dalam memaksimalkan fungsi dan pekarangan. “Disertasi saya lokasi penelitiannya di Banyuwangi, namun sangat bisa diterapkan dan menjadi masukan semua karena memiliki tujuan untuk pelestarian lingkungan, budaya, dan sekaligus nilai tambah ekonomi keluarga," tambahnya. Baca juga: Mengenal Perbedaan Jurusan Kuliah Agroteknologi, Agribisnis, dan Agroindustri
Atang merupakan salah satu diantara sekian alumni yang pendidikan S1, S2, hingga S3 dihabiskan di kampus IPB. Atang tercatat sebagai mahasiswa IPB sejak 1997. Dia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Fakultas Kehutanan IPB. Dia pernah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi ke-3 tingkat Fakultas Kehutanan.
Selama kuliah S1, ia juga terkenal sebagai seorang aktivis mahasiswa. Atang pernah ditunjuk sebagai Ketua BEM Fakultas Kehutanan dan terpilih sebagai Presiden Mahasiswa IPB pada periode berikutnya. Pada tahun 2010, dirinya melanjutkan studi S2 pada Magister Ilmu Ekonomi IPB. Terakhir, dia berhasil menyelesaikan studi S3 pada program studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Dalam salah satu bahasannya, Atang menemukan enam faktor pendorong (driven factors) keberhasilan pemanfaatan pekarangan sebagai objek dan daya tarik agrowisata melalui analisis interpretative structural modelling (ISM). Keenamnya yakni melestarikan kearifan budaya lokal, regulasi sektoral, kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan, pembiayaan bagi pengembangan agrowisata, peningkatan pengetahuan serta keterampilan SDM lokal, dan model kelembagaan yang merangsang partisipasi masyarakat.
Atang menambahkan disertasinya tersebut dapat diimplementasikan di Kota Bogor dan pemerintah daerah lainnya dalam memaksimalkan fungsi dan pekarangan. “Disertasi saya lokasi penelitiannya di Banyuwangi, namun sangat bisa diterapkan dan menjadi masukan semua karena memiliki tujuan untuk pelestarian lingkungan, budaya, dan sekaligus nilai tambah ekonomi keluarga," tambahnya. Baca juga: Mengenal Perbedaan Jurusan Kuliah Agroteknologi, Agribisnis, dan Agroindustri
Atang merupakan salah satu diantara sekian alumni yang pendidikan S1, S2, hingga S3 dihabiskan di kampus IPB. Atang tercatat sebagai mahasiswa IPB sejak 1997. Dia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Fakultas Kehutanan IPB. Dia pernah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi ke-3 tingkat Fakultas Kehutanan.
Selama kuliah S1, ia juga terkenal sebagai seorang aktivis mahasiswa. Atang pernah ditunjuk sebagai Ketua BEM Fakultas Kehutanan dan terpilih sebagai Presiden Mahasiswa IPB pada periode berikutnya. Pada tahun 2010, dirinya melanjutkan studi S2 pada Magister Ilmu Ekonomi IPB. Terakhir, dia berhasil menyelesaikan studi S3 pada program studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
(poe)
Lihat Juga :