Ketua DPRD Kota Bogor Raih Gelar Doktor dari IPB University
Kamis, 16 Maret 2023 - 08:38 WIB
loading...
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto saat sidang terbuka promosi doktor IPB University, Rabu (15/3/2013). Atang membawakan judul disertasi Desain Kebijakan Pemanfaatan Pekarangan sebagai Kawasan Agrowisata. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam sidang terbuka promosi doktor IPB University, Rabu (15/3/2013). Sidang terbuka ini digelar di Ruang Sidang Sylva Fakultas Kehutanan IPB University .
“Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya kepada Allah SWT. Semoga ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat, lingkungan, bangsa, dan negara," kata Atang.
Kang Atang mengaku penyelesaian pendidikan doktoral di IPB ini bukanlah perjalanan yang mudah. Dia harus membagi waktu antara penyelesaian disertasi dengan tugas dan kewajiban sebagai ketua DPRD. Baca juga: Jadi Khatib Salat Jumat, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Terapkan 4 Hal Ini
“Sebuah proses perjalanan yang tidak mudah. Seringkali harus begadang dan membagi konsentrasi dengan tugas dan kewajiban tanggung jawab sebagai Ketua DPRD," kenang Atang sambil tersenyum.
Dia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan support dan bantuannya selama ini. Terutama para pembimbing dan keluarga. Dalam penyusunan disertasinya, Atang dibimbing pakar ekowisata Rinekso Soekmadi, pakar arsitektur pekarangan Hadi Susilo Arifin, dan pakar sistem modelling Bambang Pramudya.
Pada sidang promosi terbuka ini, Atang membawakan judul disertasi Desain Kebijakan Pemanfaatan Pekarangan sebagai Kawasan Agrowisata. Menurutnya, pekarangan yang dimiliki setiap rumah tangga, sekecil apapun, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pelestarian lingkungan, budaya, dan sekaligus nilai tambah ekonomi keluarga.
Penelitian tentang pekarangan selama ini lebih banyak diarahkan pada fungsi pangan. Untuk itulah, Atang berhasil mempertahankan novelty (kebaruan) disertasinya melalui konsep kawasan agrowisata berbasis pekarangan. Dia meneliti model pekarangan yang dimanfaatkan untuk kegiatan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
“Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya kepada Allah SWT. Semoga ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat, lingkungan, bangsa, dan negara," kata Atang.
Kang Atang mengaku penyelesaian pendidikan doktoral di IPB ini bukanlah perjalanan yang mudah. Dia harus membagi waktu antara penyelesaian disertasi dengan tugas dan kewajiban sebagai ketua DPRD. Baca juga: Jadi Khatib Salat Jumat, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Terapkan 4 Hal Ini
“Sebuah proses perjalanan yang tidak mudah. Seringkali harus begadang dan membagi konsentrasi dengan tugas dan kewajiban tanggung jawab sebagai Ketua DPRD," kenang Atang sambil tersenyum.
Dia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan support dan bantuannya selama ini. Terutama para pembimbing dan keluarga. Dalam penyusunan disertasinya, Atang dibimbing pakar ekowisata Rinekso Soekmadi, pakar arsitektur pekarangan Hadi Susilo Arifin, dan pakar sistem modelling Bambang Pramudya.
Pada sidang promosi terbuka ini, Atang membawakan judul disertasi Desain Kebijakan Pemanfaatan Pekarangan sebagai Kawasan Agrowisata. Menurutnya, pekarangan yang dimiliki setiap rumah tangga, sekecil apapun, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pelestarian lingkungan, budaya, dan sekaligus nilai tambah ekonomi keluarga.
Penelitian tentang pekarangan selama ini lebih banyak diarahkan pada fungsi pangan. Untuk itulah, Atang berhasil mempertahankan novelty (kebaruan) disertasinya melalui konsep kawasan agrowisata berbasis pekarangan. Dia meneliti model pekarangan yang dimanfaatkan untuk kegiatan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Lihat Juga :