Pelajar Meninggal, DPRD Bangun Komunikasi dengan Stakeholder

Rabu, 15 Maret 2023 - 08:03 WIB
loading...
Pelajar Meninggal, DPRD...
Jajaran Komisi IV DPRD Kota Bogor mendatangi Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (14/3/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
BOGOR - Meninggalnya AS, pelajar SMK Bina Warga Kota Bogor akibat kekerasan menambah catatan kelam dunia pendidikan. DPRD Kota Bogor menilai Kota Bogor sampai saat ini belum aman untuk pelajar.

Untuk membahas hal tersebut, jajaran Komisi IV DPRD Kota Bogor mendatangi Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (14/3/2023). Mereka terdiri dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri, Wakil Ketua Komisi IV Atty Somadikarya beserta anggota Komisi IV, Devie Prihartini Sultani, Sri Kusnaeni dan Lusiana Nurissiyaddah. Baca juga: Pelajar di Bogor Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal

Kedatangan para wakil rakyat itu untuk membangun komunikasi dengan aparat kepolisian guna mengurai benang kusut kasus kekerasan terhadap pelajar. “Tentu kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan terhadap pelajar. Apalagi ini sampai merenggut nyawa seorang siswa. Sehingga para pelaku ini perlu dikenakan hukuman yang serius,” kata Akhmad Saeful Bakhri.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus M ini juga mengapresiasi langkah cepat dari aparat kepolisian yang bisa meringkus dua dari tiga pelaku. Dia pun berharap, pelaku utama bisa segera ditangkap.

Gus M menilai kunci utama menyelesaikan permasalahan kasus kekerasan terhadap pelajar ada di pola pengasuhan anak dari keluarga. Intervensi Pemkot Bogor dengan program Kota Ramah Keluarga pun perlu dikuatkan agar keluarga memiliki ketahanan fungsi.

“Ketika visi Kota Bogor sebagai Kota Ramah keluarga, maka masih banyak PR dalam menguatkan peran keluarga agar menjadi keluarga yang memiliki ketahanan fungsi. Ini yang perlu dipikirkan pemerintah,” ujarnya. Baca juga: Kekerasan Anak Marak, Pengamat LIPI Tekankan Pendidikan dalam Keluarga

Dalam waktu dekat DPRD Kota Bogor akan menggelar rapat kerja khusus dengan mengundang KCD Pendidikan Jawa Barat, Disdik Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, dan stakeholder lainnya. Mereka akan merumuskan sistem pendidikan agar tidak terjadi lagi kasus kekerasan terhadap pelajar.

“Kami akan panggil semua. Diskusi bersama agar ada sistem yang jelas dan nyata, supaya tidak ada lagi korban jiwa seperti ini,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Perusahaan, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
Review iCar V23: SUV Boxy...
Review iCar V23: SUV Boxy Rp500 Juta yang Bikin Semua Orang Menoleh, tapi Tak Semua Jatuh Cinta
Berita Terkini
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved