Asal Usul Minangkabau dan Hubungannya dengan Kerajaan Majapahit
Kamis, 09 Maret 2023 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Nama Minangkabau tercatat dalam Nagarakretagama pupuh XIII/1, nama Minangkabau itu telah ada paling sedikit sejak tahun 1365. Minangkabau tercatat sebagai salah satu negara bawahan Majapahit di Pulau Sumatra. Sejarahnya biasa dikaitkan dengan ekspedisi militer Majapahit ke Sumatra.
Pada tambo Minangkabau atau sejarah Minangkabau ada usaha untuk menjelaskan nama Minangkabau yang dikaitkan dengan peristiwa sejarah tentang kedatangan tentara Majapahit di Minangkabau. Secara singkat dikatakan bahwa orang-orang Minangkabau menolak kedatangan tentara Majapahit.
Demi menghindari perang frontal dicapai persetujuan untuk menggantikannya dengan adu kerbau. Artinya kerbau Majapahit diadu dengan kerbau Minangkabau. Orang Majapahit memilih kerbau jantan yang paling kuat. Kebalikannya orang Minangkabau memilih anak kerbau (gudel dalam bahasa Jawa) yang sebelum diadu, beberapa hari tidak disusui oleh induknya.
Ketika kedua kerbau itu masuk gelanggang, anak kerbau itu mengejar kerbau Jantan Majapahit untuk menyusu. Susu apa yang akan diberikan, karena kerbau Majapahit adalah kerbau jantan? Namun anak kerbau itu tidak berhenti-hentinya mengejar kerbau Majapahit, minta disusui.
Akhirnya kerbau jantan itu lari keluar gelanggang untuk menghindari desakan anak kerbau itu. Orang-orang Minangkabau ramai bersorak. Kerbau jantan Majapahit dianggap kalah, berkat kemenangan adu kerbau makar negaranya dinamai Minangkabau. Nama itu ditafsirkan berasal dari peristiwa menang-adu-kerbau.
Tafsiran di atas jelas adalah hasil kerata-basa atau volkseti- mologi; terlalu enak didengar, tetapi sulit dipercaya. Meskipun demikian cerita itu telah tersebar luas dalam masyarakat. Profesor Purbatjaraka pernah berusaha untuk menjelaskan nama Minangkabau, terdiri dari kata Minang, dan kabau berasal dari Minanga Tamwan.
Pada tambo Minangkabau atau sejarah Minangkabau ada usaha untuk menjelaskan nama Minangkabau yang dikaitkan dengan peristiwa sejarah tentang kedatangan tentara Majapahit di Minangkabau. Secara singkat dikatakan bahwa orang-orang Minangkabau menolak kedatangan tentara Majapahit.
Demi menghindari perang frontal dicapai persetujuan untuk menggantikannya dengan adu kerbau. Artinya kerbau Majapahit diadu dengan kerbau Minangkabau. Orang Majapahit memilih kerbau jantan yang paling kuat. Kebalikannya orang Minangkabau memilih anak kerbau (gudel dalam bahasa Jawa) yang sebelum diadu, beberapa hari tidak disusui oleh induknya.
Ketika kedua kerbau itu masuk gelanggang, anak kerbau itu mengejar kerbau Jantan Majapahit untuk menyusu. Susu apa yang akan diberikan, karena kerbau Majapahit adalah kerbau jantan? Namun anak kerbau itu tidak berhenti-hentinya mengejar kerbau Majapahit, minta disusui.
Akhirnya kerbau jantan itu lari keluar gelanggang untuk menghindari desakan anak kerbau itu. Orang-orang Minangkabau ramai bersorak. Kerbau jantan Majapahit dianggap kalah, berkat kemenangan adu kerbau makar negaranya dinamai Minangkabau. Nama itu ditafsirkan berasal dari peristiwa menang-adu-kerbau.
Tafsiran di atas jelas adalah hasil kerata-basa atau volkseti- mologi; terlalu enak didengar, tetapi sulit dipercaya. Meskipun demikian cerita itu telah tersebar luas dalam masyarakat. Profesor Purbatjaraka pernah berusaha untuk menjelaskan nama Minangkabau, terdiri dari kata Minang, dan kabau berasal dari Minanga Tamwan.
Lihat Juga :