Dideklarasikan di Jakarta, PPKN Siap Suarakan Aspirasi Perajin Tahu dan Tempe

Jum'at, 03 Maret 2023 - 19:20 WIB
loading...
Dideklarasikan di Jakarta,...
Seratus penyalur kedelai dan sekitar 5.000 perajin tempe dan tahu dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dan mendeklarasikan berdirinya PPKN. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Seratus penyalur kedelai dan sekitar 5.000 perajin taku dan tempe dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dan mendeklarasikan berdirinya Perkumpulan Penyalur Kedelai Nasional (PPKN). Perkumpulan ini akan menjadi sarana menjembatani asosiasi ke pemerintah.

“PPKN berkomitmen mengkoordinir distribusi kedelai dan juga berkontribusi mendukung bisnis para pelaku usaha yang berkaitan dengan industri kedelai,” kata Ketua PPKN Darmini Lesmana kepada media usai acara deklarasi pembentukan PPKN di Jakarta, Kamis 2 Maret 2023.

Dia berharap, kehadiran PPKN mampu menghimpun dan mengkoordinasikan semua pelaku usaha yang berkaitan dengan industri kedelai dan turunannya. Kemudian, sambungnya, serta menjadi jembatan dalam menyuarakan aspirasi. Baca juga: Mogok Produksi, Tahu dan Tempe Bakal Kosong di Pasaran

Dia menambahkan, PPKN akan berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam menjalankan program-program industri kedelai secara berkeadilan, transparan, dan menghindari terjadinya praktik usaha tidak sehat pihak tertentu.

“Kami optimistis, seluruh program-program yang dijalankan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak,” ujarnya.

Wakil Ketua PPKN Teguh mengakui, sebanyak 95 persen penyalur dan pengrajin tahu dan tempe yang tergabung dalam PPKN tidak pernah mendapat subsidi dari pemerintah karena kuota subsidi didominasi oleh satu pihak. Padahal subsidi turut dapat menjadi penentu stabilisasi harga.

“Kami percaya program dari pemerintah ini sangat baik membantu para pengrajin tahu dan tempe. Tapi sayangnya program ini sangat tidak merata,” katanya.



PPKN juga meminta kementerian dan lembaga terkait untuk membuat mekanisme agar penyaluran subsidi kedelai dapat terjamin. Perkumpulan ini, lanjutnya, bakal berkoordinasi dengan importir kedelai agar harga kedelai tetap stabil di harga acuan yakni Rp12.000 per kilogram.

Teguh menerangkan, kebutuhan kedelai Indonesia tercatat rata-rata setiap tahunnya 2,9 juta ton dan 90 persen di antaranya impor dari beberapa negara. Jaminan pasokan kedelai dan harga yang stabil menjadi harapan pagi para pelaku usaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utama.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Ini Destinasi Ramah...
Ini Destinasi Ramah Anak untuk Mengisi Liburan Sekolah di Jakarta
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved