Dideklarasikan di Jakarta, PPKN Siap Suarakan Aspirasi Perajin Tahu dan Tempe
Jum'at, 03 Maret 2023 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Ketua PPKN Teguh mengakui, sebanyak 95 persen penyalur dan pengrajin tahu dan tempe yang tergabung dalam PPKN tidak pernah mendapat subsidi dari pemerintah karena kuota subsidi didominasi oleh satu pihak. Padahal subsidi turut dapat menjadi penentu stabilisasi harga.
“Kami percaya program dari pemerintah ini sangat baik membantu para pengrajin tahu dan tempe. Tapi sayangnya program ini sangat tidak merata,” katanya.
PPKN juga meminta kementerian dan lembaga terkait untuk membuat mekanisme agar penyaluran subsidi kedelai dapat terjamin. Perkumpulan ini, lanjutnya, bakal berkoordinasi dengan importir kedelai agar harga kedelai tetap stabil di harga acuan yakni Rp12.000 per kilogram.
Teguh menerangkan, kebutuhan kedelai Indonesia tercatat rata-rata setiap tahunnya 2,9 juta ton dan 90 persen di antaranya impor dari beberapa negara. Jaminan pasokan kedelai dan harga yang stabil menjadi harapan pagi para pelaku usaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utama.
“Kami percaya program dari pemerintah ini sangat baik membantu para pengrajin tahu dan tempe. Tapi sayangnya program ini sangat tidak merata,” katanya.
PPKN juga meminta kementerian dan lembaga terkait untuk membuat mekanisme agar penyaluran subsidi kedelai dapat terjamin. Perkumpulan ini, lanjutnya, bakal berkoordinasi dengan importir kedelai agar harga kedelai tetap stabil di harga acuan yakni Rp12.000 per kilogram.
Teguh menerangkan, kebutuhan kedelai Indonesia tercatat rata-rata setiap tahunnya 2,9 juta ton dan 90 persen di antaranya impor dari beberapa negara. Jaminan pasokan kedelai dan harga yang stabil menjadi harapan pagi para pelaku usaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utama.
(mhd)
Lihat Juga :