Sambangi Desa Kanekes, Belajar Kearifan Lokal Suku Baduy
Senin, 27 Februari 2023 - 19:33 WIB
loading...
Relawan Srikandi Ganjar Banten bersama Keluarga Mahasiswa Cirinten (KMC) belajar menenun saat mendatangi Suku Baduy di Luar Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Senin (27/2/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
LEBAK - Suku Baduy yang berada di Lebak , Banten dikenal kental dengan alam dan budayanya. Suku Baduy yang terbagi dua wilayah, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam.
Melalui Saba Budaya Baduy, sukarelawan Srikandi Ganjar Banten bersama Keluarga Mahasiswa Cirinten (KMC) menjalin keakraban dan belajar kearifan lokal Suku Baduy Luar.
"Di sini kami mendalami keseharian mereka, budaya mereka, apa perbedaan Baduy Luar dengan Baduy Dalam itu yang membuat kita sangat tertarik," kata Sekretaris Wilayah Srikandi Ganjar Banten, Efi Nur Apriyanti di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Senin (27/2/2023). Lihat video: Durian Baduy, Manis dan Menggugah Selera
Mereka memulai perjalanan dari Terminal Ciboleger dengan berjalan kaki. Para perempuan tangguh itu menyusuri jalan berliku, menanjak, dan menurun hingga tibalah di Kampung Cicampaka.
Di kampung itu, kurang lebih ada 20 sulah nyanda atau rumah adat suku Baduy. Para perempuan pendukung Ganjar itu menyapa warga Baduy luar, berdiskusi seluk-beluk Baduy, hingga belajar menenun kain menggunakan alat tradisional yang menjari suatu rutinitas kaum wanita Baduy.
Melalui Saba Budaya Baduy, sukarelawan Srikandi Ganjar Banten bersama Keluarga Mahasiswa Cirinten (KMC) menjalin keakraban dan belajar kearifan lokal Suku Baduy Luar.
"Di sini kami mendalami keseharian mereka, budaya mereka, apa perbedaan Baduy Luar dengan Baduy Dalam itu yang membuat kita sangat tertarik," kata Sekretaris Wilayah Srikandi Ganjar Banten, Efi Nur Apriyanti di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Senin (27/2/2023). Lihat video: Durian Baduy, Manis dan Menggugah Selera
Mereka memulai perjalanan dari Terminal Ciboleger dengan berjalan kaki. Para perempuan tangguh itu menyusuri jalan berliku, menanjak, dan menurun hingga tibalah di Kampung Cicampaka.
Di kampung itu, kurang lebih ada 20 sulah nyanda atau rumah adat suku Baduy. Para perempuan pendukung Ganjar itu menyapa warga Baduy luar, berdiskusi seluk-beluk Baduy, hingga belajar menenun kain menggunakan alat tradisional yang menjari suatu rutinitas kaum wanita Baduy.
Lihat Juga :