Turun ke Pesantren di Bandung, BP2MI Lakukan Sosialisasi Perangi Sindikat
Jum'at, 24 Februari 2023 - 08:33 WIB
loading...
Kamis, (23/2/2023), di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat BP2MI menggelar sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). (Ist)
A
A
A
BANDUNG - Kesungguhan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dalam upaya merubah mindset publik terus dilakukan. Kamis, (23/2/2023), di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat BP2MI menggelar sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Dahulu kita mengenal istilah TKI atau TKW sekarang disebut BP2MI dan dipatenkan dengan istilah PMI (Pekerja Migran Indonesia). Sebutan ini tentu lebih manusiawi," Kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam sambutannya.
"Masyarakat juga mendapatkan berita terkait PMI di Timur Tengah yang bekerja disektor pekerja rumah tangga, bukan pembantu rumah tangga, ini karena mereka korban. Diberangkat secara tidak resmi oleh calo, sindikat penempatan," tambahnya.
Didampingi KH. Ade Ahmad Hidayatulloh, sebagai pimpinan pondok Pesantren Wadhatut Tauhid, Benny membeberkan di hadapan ratusan warga Santri bahwa nasib sial yang memakan tumbal bagi PMI itulah yang sedang diperanginya.
Menurut Benny, PMI menjadi korban kerakusan sindikat yang seharusnya dihentikan.
"Praktek jahat yang dilakukan sindikat ini yang sedang saya perangi. Saya minta Bapak, Ibu, Santriawan, dan santriwati ambil bagian melaporkan jika ada calo yang datang ke Desa untuk merekrut PMI. Karena kami sedang memerangi, menghentikan sindikat yang sangat merugikan anak-anak bangsa. Kasihan korban PMI yang dianiaya di Luar Negeri itu karena berangkatnya tidak resmi," ujar Benny.
Benny juga memaparkan tentang perubahan besar yang dilakukan BP2MI saat ini. Menghentikan praktek jahat yang dilakukan sindikat, maka BP2MI menggiatkan sosialisasi ke kampung kampung. Mengajar masyarakat agar tidak tergoda, tidak dijadikan korban. Tak hanya itu, Benny juga mengajak para Santri agar merebut peluang kerja di Luar Negeri.
"Dahulu kita mengenal istilah TKI atau TKW sekarang disebut BP2MI dan dipatenkan dengan istilah PMI (Pekerja Migran Indonesia). Sebutan ini tentu lebih manusiawi," Kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam sambutannya.
"Masyarakat juga mendapatkan berita terkait PMI di Timur Tengah yang bekerja disektor pekerja rumah tangga, bukan pembantu rumah tangga, ini karena mereka korban. Diberangkat secara tidak resmi oleh calo, sindikat penempatan," tambahnya.
Didampingi KH. Ade Ahmad Hidayatulloh, sebagai pimpinan pondok Pesantren Wadhatut Tauhid, Benny membeberkan di hadapan ratusan warga Santri bahwa nasib sial yang memakan tumbal bagi PMI itulah yang sedang diperanginya.
Menurut Benny, PMI menjadi korban kerakusan sindikat yang seharusnya dihentikan.
"Praktek jahat yang dilakukan sindikat ini yang sedang saya perangi. Saya minta Bapak, Ibu, Santriawan, dan santriwati ambil bagian melaporkan jika ada calo yang datang ke Desa untuk merekrut PMI. Karena kami sedang memerangi, menghentikan sindikat yang sangat merugikan anak-anak bangsa. Kasihan korban PMI yang dianiaya di Luar Negeri itu karena berangkatnya tidak resmi," ujar Benny.
Benny juga memaparkan tentang perubahan besar yang dilakukan BP2MI saat ini. Menghentikan praktek jahat yang dilakukan sindikat, maka BP2MI menggiatkan sosialisasi ke kampung kampung. Mengajar masyarakat agar tidak tergoda, tidak dijadikan korban. Tak hanya itu, Benny juga mengajak para Santri agar merebut peluang kerja di Luar Negeri.
Lihat Juga :