Banjir Rendam Watalipue Wajo, Ketinggian Air hingga Atap Rumah Warga
Kamis, 16 Juli 2020 - 14:12 WIB
loading...
Banjir di Kelurahan Watalipue, Kabupaten Wajo, terbilang parah, dimana ketinggian air hingga atap rumah warga. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WAJO - Banjir masih merendam sejumlah titik di Kabupaten Wajo, Sulsel. Bahkan, di beberapa wilayah terbilang semakin parah. Seperti di Kelurahan Watalipue, dimana ketinggian air melebihi tiga meter dan bahkan sudah mencapai atap rumah warga.
Lurah Watalipue, Agus Salim Wasir, mengatakan terdapat 3.600-an warga yang terdampak banjir. Sebanyak 100-an kepala keluarga (KK) sudah mengungsi. Sementara ada 15 KK yang ada di posko pengungsian.
"Ada sekitar 600-an rumah di Kelurahan Watalipue. Semuanya tenggelam, tersisa atapnya. Paling hanya 30-an rumah yang hanya tergenang air," ujar Agus Salim.
Baca Juga: 7 Kecamatan di Wajo Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi
Menurut dia, lingkungan warga yang tergenang banjir juga cukup parah. Ketinggian muka air antara 50-100 sentimeter. Namun rumah mereka sebagian masih bisa ditempati pemiliknya.
Sementara seorang pengungsi, Suriani, mengatakan sudah beberapa hari terakhir berada di posko pengungsian. Warga di sana membutuhkan bantuan seperti selimut, perlengkapan bayi, dan sabun untuk mencuci.
"Kalau malam di sini dingin. Kasihan anak-anak butuh selimut untuk tidur," ujar dia.
Lurah Watalipue, Agus Salim Wasir, mengatakan terdapat 3.600-an warga yang terdampak banjir. Sebanyak 100-an kepala keluarga (KK) sudah mengungsi. Sementara ada 15 KK yang ada di posko pengungsian.
"Ada sekitar 600-an rumah di Kelurahan Watalipue. Semuanya tenggelam, tersisa atapnya. Paling hanya 30-an rumah yang hanya tergenang air," ujar Agus Salim.
Baca Juga: 7 Kecamatan di Wajo Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi
Menurut dia, lingkungan warga yang tergenang banjir juga cukup parah. Ketinggian muka air antara 50-100 sentimeter. Namun rumah mereka sebagian masih bisa ditempati pemiliknya.
Sementara seorang pengungsi, Suriani, mengatakan sudah beberapa hari terakhir berada di posko pengungsian. Warga di sana membutuhkan bantuan seperti selimut, perlengkapan bayi, dan sabun untuk mencuci.
"Kalau malam di sini dingin. Kasihan anak-anak butuh selimut untuk tidur," ujar dia.
Lihat Juga :