Penyelesaian Lahan di Jayapura, Tokoh Adat Papua Minta Adat Dilibatkan
Selasa, 21 Februari 2023 - 20:26 WIB
loading...
Tokoh adat Papua Ondofolo Yanto Eluay meminta pemerintah dalam menyelesaikan konflik lahan di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura melibatkan adat. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A
A
A
JAYAPURA - Tokoh adat Papua Ondofolo Yanto Eluay meminta pemerintah dalam menyelesaikan konflik lahan di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura melibatkan adat. Dia menyebut hingga saat ini masih banyaknya sengketa tanah yang melibatkan pemerintah dan pihak adat di Papua.
"Kami sangat berharap ada tim khusus tim yang dibentuk Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan persoalan tanah ini, khususnya kami sebagai tokoh adat. Karena Papua ini adalah tanah adat, sehingga harus melibatkan adat. Sehingga tidak terjadi saling klaim, karena di Papua ini sering kali melibatkan banyak kepemilikian," kata Ondofolo Yanto, Selasa (21/2/2023).
Baca juga: Punya Lahan Pertanian Luas, Jokowi Ingin Papua Mandiri Pangan
Diakuinya, persoalan sengketa tanah di Papua sangat pelik, sehingga harus betul-betul diselesaikan secara baik. Pelibatan adat harus dilakukan sehingga persoalan bisa diselesaikan baik dan tidak berulang.
"Persoalan-persoalan tanah di Papua ini sangat rumit, hingga mengurus ke konflik. Faktor pemerintah dalam hal ini ATR/BPN. Persoalan ini di Presiden-presiden sebelumnya belum diselesaikan baik, sehingga kita sebagai tokoh adat kadang menghadapi persoalan ini sangat rumit. Baru di era Bapak Jokowi ini disikapi baik, dengan adanya Satgas Mafia Tanah," ungkap Ondofolo Yanto.
Diakuinya, persoalan tanah di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura banyak terjadi akibat lahan yang dimiliki oleh banyak kepemilikan. Sehingga tumpang tindih sehingga rawan terjadi konflik.
"Kami sangat berharap ada tim khusus tim yang dibentuk Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan persoalan tanah ini, khususnya kami sebagai tokoh adat. Karena Papua ini adalah tanah adat, sehingga harus melibatkan adat. Sehingga tidak terjadi saling klaim, karena di Papua ini sering kali melibatkan banyak kepemilikian," kata Ondofolo Yanto, Selasa (21/2/2023).
Baca juga: Punya Lahan Pertanian Luas, Jokowi Ingin Papua Mandiri Pangan
Diakuinya, persoalan sengketa tanah di Papua sangat pelik, sehingga harus betul-betul diselesaikan secara baik. Pelibatan adat harus dilakukan sehingga persoalan bisa diselesaikan baik dan tidak berulang.
"Persoalan-persoalan tanah di Papua ini sangat rumit, hingga mengurus ke konflik. Faktor pemerintah dalam hal ini ATR/BPN. Persoalan ini di Presiden-presiden sebelumnya belum diselesaikan baik, sehingga kita sebagai tokoh adat kadang menghadapi persoalan ini sangat rumit. Baru di era Bapak Jokowi ini disikapi baik, dengan adanya Satgas Mafia Tanah," ungkap Ondofolo Yanto.
Diakuinya, persoalan tanah di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura banyak terjadi akibat lahan yang dimiliki oleh banyak kepemilikan. Sehingga tumpang tindih sehingga rawan terjadi konflik.
Lihat Juga :