Kembangkan Karakter dan Kognitif Siswa, Disdik DKI Ajak Sekolah Pelajari Esports
Selasa, 21 Februari 2023 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Esport Sumbang Ekonomi yang Cukup Besar, Menparekraf Sandiaga Uno Siapkan Hal Ini
“Ada perubahan yang signifikan dan positif dari bermain esports bagi pelajar berupa soft skill, kerja sama, komunikasi yang sangat kami rasakan dari anak-anak yang bermain esports. Dan hal ini juga bisa menjadi wadah apresiasi dan prestasi bagi pelajar," kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan kekhawatiran-kekhawatiran terhadap bermain game yang selama ini dirasakan oleh orang tua dan guru sejatinya dapat diatasi. Sebab melalui esports, pelajar justru mendapatkan pendampingan, pembinaan, sekaligus pengawasan saat bermain gim.
“Dari pengalaman kami dalam mendampingi turnamen, ada pembinaan dan pengarahan sehingga ada pendampingan dari guru. Kedua orang tua juga terlibat, dan sampai hadir menyaksikan anak-anaknya. Sehingga saat ada apresiasi untuk esports, orang tua dan guru justru bisa mengingatkan soal kewajiban pelajar untuk sekolah, belajar yang tidak boleh ditinggalkan,” sambungnya.
Dalam paparan, hasil riset menunjukkan bahwa para pelajar yang bermain esports memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik daripada pelajar yang bermain game secara kasual dan pelajar yang tidak bermain game. Kemampuan regulasi emosi yang baik berperan untuk menghindari seseorang menjadi adiktif atau kecanduan. Kemampuan untuk bangkit kembali juga lebih baik.
“Ada perubahan yang signifikan dan positif dari bermain esports bagi pelajar berupa soft skill, kerja sama, komunikasi yang sangat kami rasakan dari anak-anak yang bermain esports. Dan hal ini juga bisa menjadi wadah apresiasi dan prestasi bagi pelajar," kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan kekhawatiran-kekhawatiran terhadap bermain game yang selama ini dirasakan oleh orang tua dan guru sejatinya dapat diatasi. Sebab melalui esports, pelajar justru mendapatkan pendampingan, pembinaan, sekaligus pengawasan saat bermain gim.
“Dari pengalaman kami dalam mendampingi turnamen, ada pembinaan dan pengarahan sehingga ada pendampingan dari guru. Kedua orang tua juga terlibat, dan sampai hadir menyaksikan anak-anaknya. Sehingga saat ada apresiasi untuk esports, orang tua dan guru justru bisa mengingatkan soal kewajiban pelajar untuk sekolah, belajar yang tidak boleh ditinggalkan,” sambungnya.
Dalam paparan, hasil riset menunjukkan bahwa para pelajar yang bermain esports memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik daripada pelajar yang bermain game secara kasual dan pelajar yang tidak bermain game. Kemampuan regulasi emosi yang baik berperan untuk menghindari seseorang menjadi adiktif atau kecanduan. Kemampuan untuk bangkit kembali juga lebih baik.
Lihat Juga :