Kisah Cing Cing Goling, Jejak Pelarian Raden Wisang Sanjaya dari Majapahit

Senin, 20 Februari 2023 - 10:48 WIB
loading...
Kisah Cing Cing Goling,...
Gedangrejo, desa di Karangmojo, Gunungkidul, DIY diyakini menjadi akhir dari pelarian Raden Wisang Sanjaya beserta abdi dan pengikutnya dari Majapahit. Foto/Ist
A A A
KISAHCing Cing Goling, jejak pelarian Raden Wisang Sanjaya dari Majapahit yang mengejutkan. Gedangrejo, desa yang terletak di Karangmojo, Gunungkidul, DIY diyakini menjadi akhir dari pelarian Raden Wisang Sanjaya beserta abdi dan pengikutnya dari Majapahit.

Sang pangeran menempuh perjalanan panjang ke arah barat pasca runtuhnya Majapahit pada sekitar 1478 Masehi. Wisang Sanjaya berusaha mencari daerah baru yang ditinggali yang aman.

Baca juga: Kisah Eyang Bintulu Aji, Pelarian Majapahit yang Menjaga Wahyu Kelapa Gagak Emprit Kerajaan Mataram

Hingga akhirnya rombongan sampai di Gedangrejo. Jejak kedatangan Wisang Sanjaya hingga kini masih dilestarikan masyarakat Gedangrejo berupa upacara adat Cing Cing Goling.

Bendungan dan persawahan di desa ini konon dibuat oleh Wisang Sanjaya yang ingin memakmurkan masyarakat. Hingga kini, areal persawahan dan bendungan sungai menjadi lokasi upacara adat Cing Cing Goling.

Kisah Cing Cing Goling, Jejak Pelarian Raden Wisang Sanjaya dari Majapahit

Foto/desagedangrejo.gunungkidulkab.go.id

Kisah perjalanan Wisang Sanjaya datang bersama istrinya, serta abdi setia Tropoyo dan Yudopati dan rombongan berliku-liku hingga akhirnya memenukan daerah Kasepuhan Karang (Gedangrejo).

Dalam perjalanan yang melelahkan, mereka sempat bertemu dengan puluhan laki-laki yang berusaha merebut istri Wisang Sanjaya.

Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu

Selanjutnya terjadi aski kejar-kejaran hingga tanaman petani. Konon belasan pria itu tertarik dengan kecantikan Nyai Wisang Sanjaya. Wisang Sanjaya dan para pengawal berhasil mengamankan Nyai Wisang Sanjaya.

Rombongan selanjutnya bertemu dengan tiga kasepuhan Karang Pradesan, yakni Eyang Brojonolo, Eyang Honggonolo dan Eyang Nolodongso seperti dikisahkan dalam laman desagedangrejo.gunungkidulkab.go.id.

Ketiga tokoh masyarakat Karang Pradesan menerima baik kedatangan pangeran dari Kerajaan Majapahit ini. Namun agar jejaknya bisa tersamarkan, maka mereka menyarankan sang Pangeran memakai nama Kyai Pisang yang mirip dengan Wisang.

Mereka menetap tinggal di Karang Pradesan yang sekarang menjadi Desa Gedangrejo. Selanjutnya Wisang Sanjaya yang ingin menyuburkan daerah yang ditinggalinya kemudian berupaya membuat bendungan.

Hal itu karena lahan pertanian di Gedangrejo saat itu tandus, padahal ada aliran sungai besar, yakni Kedung Dawang di sekitar desa.

Pangeran Majapahit ini kemudian meminta kedua abdi dalem setianya, Eyang tropoyo dan Eyang Yudopati membuat bendungan di Sungai Kedung Dawang. Pembuatan bendungan ini konon dilakukan hanya dalam satu malam.

Setelah bendungan jadi, maka dibuat saluran irigasi hingga menyuburkan lahan pertanian di Karang Pradesan. Masyarakat pun bisa bercocok tanam dengan tanah yang subur karena air irigasi melimpah.

Ketiga tokoh Karang Pradesan yang merasa sangat terbantu dengan adanya bendungan kemudian mengadakan upacara adat selamatan di Bendungan Sungai Kedung Dawang dan areal persawahan sekitarnya.

Selamatan atau tasyakuran dilestarikan hingga kini yang digelar pada hari Senin Wage ataupun Kamis Kliwon usai masa panen kedua.

Dalam tasyakuran ini ditampilkan tari Cing Cing Goling. Tarian ini mengisahkan Raden Wisang Sanjaya dan istrinya yang sedang hamil serta dua abdi setianya saat perjalanan mengungsi dari Majapahit hingga sampai ke Desa Gedangrejo.

Aksi teatrikal ini menceritakan saat belasan pria berusaha merebut istri Wisang Sanjaya. Hingga akhirnya para pengawal yang berhasil menyelamatkan Nyai Wisangsanjaya dari para pria begundal hingga pembuatan bendungan yang menyuburkan Desa Gedangrejo.

Dalam upacara adat Cing Cing Goling ada pantangan yang tidak boleh dilakukan, yaitu makanan yang dibawa dilarang menggunakan olahan tempe kedelai.

Selain itu perempuan yang sedang berhalangan atau menstruasi tidak diperkenankan iku upacara. Terakhir, makanan yang dibawa ke upacara tidak boleh dicicipi saat dimasak.

Tokoh setempat Sugiyanto menuturkan, setiap tahun Desa Gedangrejo selalu menggelar upacara adat Cing Cing Goling.

"Upacara adat Cing Cing Goling ini upaya kami untuk melestarikan adat turun temurun," katanya beberapa waktu lalu.

Dalam upacara adat Cing Cing Goling selalu ada ratusan ingkung ayam yang dibawa warga untuk dikendurikan bersama dan dibagi-bagikan. Ingkung-ingkung ayam tersebut merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Prosesi Upacara Adat...
Prosesi Upacara Adat Warnai Pemberangkatan Jenazah Raja Keraton Solo PB XIII
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Berita Terkini
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved