Kaji New Normal, Pemprov Sumsel Bentuk Tim Ahli

Kamis, 16 Juli 2020 - 08:00 WIB
loading...
Kaji New Normal, Pemprov...
ilustrasi
A A A
PALEMBANG - Pemprov Sumsel membentuk tim yang terdiri dari para ahli mulai dari epidemiologi, ekonomi, hukum hingga sosial dan psikologi. Tim pakar ini akan membantu gugus tugas dalam mengkaji kebijakan new normal atau tatanan kehidupan baru.

Tim Ahli Epidemiologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel Iche Andriyani, mengatakan tim ahli telah mulai menggelar rapat perdana bersama bersama dinas kesehatan provinsi.

"Kami membahas kajian dan rekomendasi untuk percepatan penanganan Corona. Tim Ahli ini terdiri dari, tim Epidemiologi, tim Ekonomi, Tim Sosiologi, tim Kebijakan Publik, Hukum, Kesehatan Masyarakat, dan Psikologi," ujarnya di Palembang.

(Baca juga: Kasus COVID-19 Sumsel Tambah 30 Orang, Gugus Tugas: Masyarakat Jangan Terlena )

Tim ini, sambung Iche, memiliki tugas untuk memberikan saran dan rekomendasi kebijakan yang bisa diimplementasikan berdasarkan kajian data dan informasi sesuai kondisi masing – masing kabupaten dan kota. Rekomendasi ini menjadi persiapan masyarakat untuk menghadapi kehidupan new normal yang aman COVID-19.

"Tim mencarikan rekomendasi kebijakan yang bisa diadopsi oleh Pemda yang sesuai tatanan teknis berdasarkan data dan fakta, sehingga bisa langsung disesuaikan dengan kondisinya masing-masing. Saat ini seluruh tim sedang mengkaji data dan informasi Kabupaten/kota," katanya.

Dikatakannya juga per 12 Juli 2020, 17 Kabupaten/kota Provinsi Sumatera Selatan memiliki risiko penularan rendah hingga sedang. Kecuali Kabupaten OKU Selatan yang dinyatakan sebagai zona Hijau.

(Baca juga: Bupati Muratara Digugat Mantan Adik Ipar ke Pengadilan, Ini Masalahnya )

Adapun resiko penularannya yakni Palembang (Sedang), Musi Rawas (Sedang), Prabumulih (Sedang), OKU (Rendah), Muara Enim (Sedang) OKU Timur (Rendah), Lubuklinggau (Rendah), Musi Banyuasin (Rendah) Banyuasin (Sedang), Ogan Ilir (Sedang), PALI (Sedang), OKI (Sedang), Muratara (Rendah), Pagar Alam (sedang), Lahat (Rendah), dan Empat Lawang (Rendah). "Ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan Gugus tugas Penanganan Covid-19 pusat di website Covid19.go.id," tandasnya.

Ia menambahkan, skoring peta resiko ini tidak hanya dilihat dari jumlah kasus positif di suatu daerah. Tetapi melalui penilaian 14 indikator, 10 dari Epidemiologi, 2 Surveilans masyarakat, dan 2 dari pelayanan Kesehatan.

Jadi bisa saja zona hijau masuk zona kuning, kuning ke oranye, atau zona oranye kembali masuk zona merah. Peta ini sifatnya sangat dinamis karena tergantung dengan aktivitas warganya. Karenanya waspada dan betul-betul perhatikan protokol kesehatan.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov Sumsel dan Hutama...
Pemprov Sumsel dan Hutama Karya Pastikan Tol Palembang-Betung Siap untuk Mudik Lebaran
Ditjen Bina Adwil dan...
Ditjen Bina Adwil dan Setmilpres Verifikasi Program Jaring Mangrove Provinsi Sumsel
Warga 4 Ulu Suspek Cacar...
Warga 4 Ulu Suspek Cacar Monyet, Palembang Waspada!
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan Infrastruktur, Gubernur Sumsel Raih Pemimpin Daerah Awards 2024
Menparekraf Sandiaga...
Menparekraf Sandiaga Uno: Festival Sriwijaya Dorong Perputaran Ekonomi
Menparekraf Sandiaga...
Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Festival Sriwijaya Event Terbaik di Indonesia
Tingkatkan Pendampingan...
Tingkatkan Pendampingan Koperasi, LPDB-KUMKM Optimalkan Program Inkubator Wirausaha di Sumsel
Pemprov Sumsel dan Kilang...
Pemprov Sumsel dan Kilang Pertamina Plaju Sinergi Bangun Taman Rawa, Tanam 55 Spesies Pohon Langka
Ekonomi Sumatera Selatan...
Ekonomi Sumatera Selatan Tumbuh 5,06% di Kuartal I-2024
Rekomendasi
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved