alexametrics

Daftar Tunggu Calhaj Jateng hingga 2034

loading...
Daftar Tunggu Calhaj Jateng hingga 2034
Daftar tunggu calhaj Jateng hingga 2034. (Dok/SINDOphoto)
A+ A-
SEMARANG - Daftar tunggu calon jamaah haji untuk kuota Jawa Tengah hingga 19 tahun mendatang. Calon jamaah yang mendaftar tahun ini diperkirakan berangkat pada 2034. Sebab, kuota haji untuk Jateng tiap tahunnya hanya 23 ribu orang.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Tengah Ahmadi mengatakan, daftar tunggu itu kemungkinan berkurang lantaran mulai tahun depan kuotanya akan dikembalikan menjadi 29 ribu orang. "Mulai 2016 kuotanya kembali 100 persen, kata dia di Semarang, Kamis (23/7/2015).

Ahmadi mengatakan, tahun 2015 ini calon jamaah haji yang diberangkatkan sebanyak Rp23 ribu orang. Pada saat pelunasan pembayaran biaya haji tahap I pada 30 Juni, masih ada 862 orang yang belum melunasi.



Saat batas pelunasan tahap II pada 13 Juli, masih tersisa 230 orang yang belum melunasi. "230 orang yang belum melunasi itu akan diganti oleh jamaah yang masuk daftar cadangan pemberangkatan," jelasnya.

Ahmadi menambahkan, calon jamaah haji yang masuk daftar cadangan sebanyak 5 persen dari kuota yang diberikan.

"Daftar cadangan itu disesuaikan berdasarkan nomor urut pendaftaran. Ratusan jamaah yang belum melunasi biaya haji akan kembali dimasukkan daftar tunggu tahun depan."

Rencannya, lanjut Ahmadi, calon jamaah haji asal Jawa Tengah akan diberangkatkan mulai 21 Agustus. Dengan demikian, pada 20 Agustus sudah mulai masuk asrama.

Secara administrasi, sudah ada 19.000 paspor yang sudah diselesaikan, sedangkan sisanya masih proses pembuatan. "Para calon jamaah juga sudah mulai melakukan cek kesehatan."

Ahmadi berharap, para calon jamaah haji tetap menjaga kodisi fisik maupun psikisnya, sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang haji, sekaligus manasiknya. "Kemampuan (isthitoah) haji harus terus ditingkatkan."
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak