Kemacetan Jakarta Meningkat, DPRD Minta Bus Sekolah Diperbanyak

Kamis, 16 Februari 2023 - 10:33 WIB
loading...
Kemacetan Jakarta Meningkat,...
Kemacetan Jakarta kembali meningkat setelah normalnya kembali aktivitas masyarakat. Sebagai salah satu solusi, Pemprov DKI dminta memperbanyak bus sekolah. Foto: Antara
A A A
JAKARTA - Kemacetan Jakarta kembali meningkat setelah normalnya kembali aktivitas masyarakat. Sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan, Pemprov DKI dminta memperbanyak jumlah bus sekolah.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mengatakan, saat ini kemacetan Jakarta turut disumbang banyaknya siswa yang diantar menggunakan kendaraan pribadi. Ia menilai kondisi ini disebabkan jumlah bus sekolah yang minim, dan belum terkoneksinya perjalanan dari rumah menuju sekolah.

Baca juga: Jakarta Tak Jadi Ibu Kota Tahun 2024, Heru Budi: Kemacetan Berkurang

“Bus sekolah ini harus jadi atensi. Dalam melakukan kajiannya, arahkan ini berbasis kawasan, karena sekarang sekolah sudah zonasi. Diupayakan yang crossing antar wilayah itu semakin berkurang,” kata Ismail dalam keterangannya, Kamis (16/2/2023).

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak juga mendorong Dishub DKI menambah jumlah bus sekolah yang menghubungkan rumah siswa ke sekolah.

“Bus sekolah itu ditambah saja. Itu akan mengurangi beban kemacetan di area sekolah,” kata Gilbert.

Baca juga : Usung Teknologi Mutakhir, 35 Bus Sekolah di Jakarta Dilengkapi WiFi dan Ramah Disabilitas

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman sebelumnya melaporkan terjadi peningkatan kemacetan di Jakarta sejak Desember 2022 hingga 48% dari sebelumnya 34%.

"Kalau dulu di tahun 2019 indeksnya 53 persen. Pas Covid-19 tahun 2020 itu di angka indeksnya 34 persen. Mulai naik di Desember 2022 di angka 48 persen," sebut Latif.

Menurut Latif, kemacetan meningkat seiring dengan semakin tingginya aktivitas masyarakat setelah dicabutnya status PPKM oleh presiden.

Baca juga: Aktivitas Masyarakat Kembali Normal, Indeks Kemacetan di Jakarta Meningkat

Sementara Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan menindaklanjuti usulan penambahan bus sekolah sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan. “Untuk pengendalian lalu lintas dari sisi push strategy, kami akan evaluasi secara menyeluruh,” tutur Syafrin.

Syafrin sebelumnya mengungkapkan, dalam satu tahun (2018-2019), BPS DKI Jakarta pernah mencatat jumlah kendaraan, seperti sepeda motor di Jakarta, bertambah sekitar 5,3%.

Jika tidak dilakukan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor, tidak menutup kemungkinan semakin tinggi tingkat kemacetan di Jakarta.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polri Pakai Drone dan...
Polri Pakai Drone dan AI untuk Urai Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2026
TransJakarta, Non-Farebox...
TransJakarta, Non-Farebox Revenue, dan Masa Depan Transportasi Umum Jakarta
Negara Rugi Rp71 Triliun...
Negara Rugi Rp71 Triliun per Tahun Akibat Kemacetan Lalu Lintas
Rekomendasi
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Berita Terkini
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved