Markija Beri Kesempatan Mahasiswa Vokasi Indonesia Magang ke Eropa

Minggu, 12 Februari 2023 - 15:03 WIB
loading...
Markija Beri Kesempatan...
Markija memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i Politeknik dan Sekolah Vokasi Indonesia untuk melaksanakan magang di industri Eropa. (Ist)
A A A
BANTEN - Markija memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i Politeknik dan Sekolah Vokasi Indonesia untuk melaksanakan magang di industri Eropa. Tujuan dari program magang Markija yaitu meningkatkan pengetahuan profesional dan keahlian internasional mahasiswa/i vokasi Indonesia.

Markija adalah sociopreneurship di bidang edukasi dimana mahasiswa/i yang terpilih mengikuti program magang Markija akan melaksanakan magang selama 2 tahun, mendapatkan tunjangan dan fasilitas standar Eropa, tanpa dipungut biaya.

Program ini sejalan dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kemendikbudristek RI, sehingga mahasiswa/i akan mendapatkan kredit akademik selama melaksanan Magang di Eropa.

Pada Senin, 6 Februari 2023 lalu Markija mengadakan acara dengan tema Program Magang Markija ke Eropa untuk Mahasiswa Vokasi Indonesia, bertempat di Century Park Hotel, Jakarta.

Pada acara ini, Markija menjadi tuan rumah yang dipimpin oleh Dr. Heru Dewanto selaku Chairman Markija dan Bence Schmatovich selaku Presiden Direktur Markija.

Markija bersama dengan mitranya dari Eropa, Prohuman, mengundang perwakilan dari industri Samsung Hongaria dan juga mengundang Duta Besar Hongaria untuk Indonesia, H.E Lilla Karsay, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud Ristek RI, Dr. Beny Bandanadjaja, serta para Direktur Politeknik dan Dekan Sekolah Vokasi di Indonesia.

Selama tahun 2022 lalu, Markija sudah berkontrak dengan berbagai Industri di Eropa (Hongaria, Ceko, dan Romania) untuk memberangkatkan lebih dari 1300 mahasiswa/i magang, dimana sudah lebih dari 600 mahasiswa/i yang diberangkatkan.

Markija berperan penting sebagai pembuka pintu antara para mahasiswa/i vokasi Indonesia dengan Industri-Industri di Eropa.

Dr. Heru Dewanto selaku Chairman Markija menjelaskan bahwa program magang ini nantinya akan dilakukan ke berbagai negara

“Model ini bagus, akan diterapkan ke seluruh politeknik di Indonesia dan akan dilakukan ke semua negara. Saat ini masih 3 negara – Hongaria, Ceko, dan Romania," ujar Heru.

“Semua negara industri akan menjadi sasaran kita. Karena hukum paling dasar dari ekonomi adalah, supply dan demand. Kita memiliki banyak SDM vokasi terampil, namun industrinya tidak banyak, di sana sebaliknya industri banyak, SDM-nya sedikit," tambah Heru.

Tunjangan magang untuk mahasiswa/i vokasi di Eropa lanjut Heru, tentunya juga lebih tinggi di bandingkan di Indonesia.

“Program magang ini tidak di subsidi oleh pemerintah, artinya ini market driven, dan program ini menguntungkan semua pihak yang terlibat, baik itu Industri di Eropa, Politeknik/Sekolah Vokasi, Mahasiswa, hingga peningkatan SDM dan Ekonomi negara terlibat," bebernya.

Presiden Direktur Markija, Bence Schmatovic juga mengatakan, Feedback dari Industri sangatlah baik dan permintaan dari Industri Eropa terus meningkat.

"Kami bekerja keras menemukan kesesuaian di industri baru dengan memfokuskan magang pada bidang keteknikan namun tidak menutup peluang untuk posisi lainnya, sehingga lebih banyak lagi mahasiswa/i vokasi yang dapat mengikuti Program Magang Markija," tandasnya.

Dukungan yang sama disampaikan oleh Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud Ristek RI Dr. Benny Bandanadjaja.
Ia mengatakan bahwa program ini sudah berjalan hampir 2 tahun. “Kami melihat kegiatan ini sangat bagus untuk mahasiswa vokasi karena mereka disana mereka bisa bergerak di lini industri," kata Benny.

"Belum lagi mereka mendapatkan tunjangan, transport dan lainnya. Serta segala hal administratif sudah diberikan perizinan oleh Kedutaan, Pihak Kementerian, dan Pihak Hongaria di sana," tambahnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Duta Besar Hongaria, H.E Lilla Karsay untuk Indonesia. Menurutnya, program magang Markija mendapat dukungan penuh dari pemerintah Hongaria dalam administrasi.

"Perlu diketahui bahwa pengurusan visa di Kedutaan membutuhkan waktu yang cukup lama, namun dengan adanya kerjasama antara Markija dan Kedutaan Hongaria, maka jangka waktu pembuatan visa dapat dipersingkat," sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Csongor Juhász Founder dan CEO Prohuman, Perusahaan Human Resource terbesar di Hongaria dan Eropa Tengah yang berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan antara Mahasiswa Vokasi dengan industri di Hongaria dalam program magang Markija ke Eropa.

Mereka menyampaikan mengapa memilih mahasiswa vokasi di Indonesia karena kualitas Pendidikan Vokasi di Indonesia yang terbilang cukup baik. mereka mendapatkan informasi tersebut dari Markija. Karena itu, mereka membuka pintu untuk mahasiswa vokasi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka di sana.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Rekomendasi
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved