Koordinasi dengan RSCM, Pemkot Jakbar Telusuri 1 Pasien Gangguan Gagal Ginjal
Selasa, 07 Februari 2023 - 11:13 WIB
loading...
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) tengah menelusuri satu pasien yang mengidap gangguan ganjal ginjal akut di wilayah hukumnya. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat ( Pemkot Jakbar ) tengah menelusuri satu pasien yang mengidap gangguan ganjal ginjal akut di wilayah hukumnya. Salah satu cara yakni Pemkot Jakbar tengah menunggu koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan pihak Rumah Sakit Ciptomangunkusumo ( RSCM ) ihwal temuan satu kasus gagal ginjal akut.
"Kita sendiri belum dapat laporan. Saat ini kita tinggu koordinasi antara Dinas dengan RSCM karena terduga ini masih dirawat di RSCM," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, saat dihubungi di Jakarta, Senin 6 Februari 2023. Baca juga: Dinkes DKI: Kondisi Pasien Suspek Gagal Ginjal Akut Membaik
Menurut Erizon, saat ini status pasien masih dalam dugaan mengidap gagal ginjal. Maka dari itu, pihaknya kini menunggu hasil koordinasi untuk memastikan status pasien tersebut.
"Jika sudah dipastikan gagal ginjal pasti akan kita lakukan prosedur pemeriksaan seperti seperti menelusuri dia beli obatnya seperti apa, belinya di mana. Takutnya dia beli obatnya bukan di apotek tapi di toko obat bebas," kata Erizon.
Dia juga mengatakan, pihaknya tidak dapat memeriksa pasien apalagi menentukan obat. "Kita tidak dalam kapasitas memeriksa, tidak dalam kapasitas menentukan obat ini layak dikonsumsi atau tidak," tambah Erizon.
"Kita sendiri belum dapat laporan. Saat ini kita tinggu koordinasi antara Dinas dengan RSCM karena terduga ini masih dirawat di RSCM," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, saat dihubungi di Jakarta, Senin 6 Februari 2023. Baca juga: Dinkes DKI: Kondisi Pasien Suspek Gagal Ginjal Akut Membaik
Menurut Erizon, saat ini status pasien masih dalam dugaan mengidap gagal ginjal. Maka dari itu, pihaknya kini menunggu hasil koordinasi untuk memastikan status pasien tersebut.
"Jika sudah dipastikan gagal ginjal pasti akan kita lakukan prosedur pemeriksaan seperti seperti menelusuri dia beli obatnya seperti apa, belinya di mana. Takutnya dia beli obatnya bukan di apotek tapi di toko obat bebas," kata Erizon.
Dia juga mengatakan, pihaknya tidak dapat memeriksa pasien apalagi menentukan obat. "Kita tidak dalam kapasitas memeriksa, tidak dalam kapasitas menentukan obat ini layak dikonsumsi atau tidak," tambah Erizon.
Lihat Juga :