2045 Dibutuhkan Banyak Lapangan Kerja, HT: Harus Berani Membuat Kebijakan yang Berpihak

Rabu, 01 Februari 2023 - 20:21 WIB
loading...
2045 Dibutuhkan Banyak...
Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat memberi pengarahan dalam Rapimwil DPP Partai Perindo Papua Barat, Rabu (1/2/2023). Foto/MPI
A A A
MANOKWARI - Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengingatkan, 20 tahun ke depan, Indonesia akan membutuhkan banyak lapangan kerja. Partai Perindo hadir untuk ikut ambil bagian dalam memecahkan masalah itu.

Dijelaskan HT, banyaknya kebutuhan lapangan kerja itu dipicu oleh beberapa faktor. Pertumbuhan penduduk, menjadi salah satu faktor tingginya kebutuhan lapangan kerja di Tanah Air.

Baca juga: Perindo Raih Kemenangan, Tujuan Partai Memajukan Indonesia Terbuka Lebar

"Pertumbuhan penduduk kita ini besar sekali. Tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 319 juta. Artinya ada penambahan lebih dari 40 juta," kata HT saat memberi pengarahan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPP Partai Perindo Papua Barat, Rabu (1/2/2023).


Selain itu, fenomena digitalisasi juga menjadi bagian lain dari dibutuhkan banyak lapangan kerja. Dengan kemajuan teknologi, akan banyak pemangkasan karyawan yang dilakukan perusahaan dan diganti mesin.

"Kemudian adanya digitalisasi, internet, banyak terjadi efisiensi. Pekerjaan yang tadinya dikerjakan 10 orang, mungkin cukup dengan 2 atau 3 orang saja. Kesimpulannya, kebutuhan lapangan kerja ke depan Ini akan sangat luar biasa. Jadi ini yang diperjuangkan Partai Perindo," tegasnya.

HT memaparkan, untuk memenuhi kebutuhan itu, tidak bisa hanya dengan tetap bergantung kepada perusahaan besar seperti yang saat ini terjadi.

Baca juga: Puji Pengurus DPW Partai Perindo Papua Barat, Ahmad Rofiq: Kepemimpinan Pemuda Itu Efektif

"Karena kita melihat kesenjangan kita ini masih tinggi. Kalau, ke depan Indonesia akan tetap tergantung pencipta lapangan kerja dari dunia usaha atau pihak-pihak yang sekarang produktif, yang menciptakan lapangan kerja, tidak mungkin kekejar," jelas dia.

Dia menambahkan bahwa pelaku usaha di Indonesia itu 99 persen lebih UMKM. Kurang dari 1 persen yang non UMKM atau perusahaan terbatas.

Atas pertimbangan tersebut, HT menjelaskan, dibutuhkan adanya 'naik kelas' bagi para pelaku usaha UMKM itu. Jika UMKM ini bisa naik kelas, maka peluang terciptanya lapangan kerja di masa yang akan datang bisa terwujud.

"Sehingga tidak ada cara lain, kita harus mampu mengentaskan UKM-UKM atau pihak-pihak yang sekarang mungkin belum produktif, untuk menjadi produktif. Sehingga mereka ikut serta membangun ekonomi. Sehingga kebutuhan lapangan kerja yang besar itu bisa diwujudkan" papar dia.

"Saat ini jumlah UMKM itu ada 60 juta lebih. Katakanlah kalau mampu menciptakan lapangan kerja rata-rata satu, akan terjadi lapangan kerja 60 juta lebih. Sehingga permasalahan ke depan itu bisa diatasi dengan baik. Bayangkan kalau banyak pengangguran ke depan pertumbuhan penduduk yang besar, adanya efisensi, kemudian tidak bisa menciptakan lapangan kerja. Pasti akan menjadi masalah tersendiri," tambah HT.

HT kembali menegaskan, hal itu bisa terwujud dengan adanya kebijakan yang berpihak. Partai Perindo memiliki visi untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

"Bagaimana itu bisa diwujudkan? Harus mampu dan berani membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak. Artinya kebijakan yang menguntungkan, yang positif bagi kelompok-kelompok yang kita ingin entaskan dari belum produktif menjadi produktif. Tidak ada cara lain. Hanya bisa dilakukan kalau partai politik kita memiliki kursi yang cukup. Di dewan, akhirnya kita bisa mempengaruhi jalannya kebijakan, dan mampu juga menciptakan eksekutif," tegas HT.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Rekomendasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved