Disdik Sulsel Minta Sekolah Gandeng Lembaga Psikolog Kredibel

Rabu, 15 Juli 2020 - 09:00 WIB
loading...
Disdik Sulsel Minta...
Peserta didik baru khususnya di tingkat SMA di Sulsel menjalani tes psikologi sebagai salah satu rangkaian pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2020/2021. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Peserta didik baru khususnya di tingkat SMA di Sulsel menjalani tes psikologi sebagai salah satu rangkaian pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2020/2021. Baca : Belajar dari Rumah Diperpanjang Hingga 25 Juli, Siswa Baru Kenal Sekolah Lewat Daring

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Basri mengatakan, tes ini untuk penelusuran minat dan bakat siswa, sekaligus penentuan penjurusan bagi para siswa baru kedepan. Berdasarkan jadwal, tes psikologi ini digelar hingga 18 Juli mendatang yang teknisnya diatur sekolah masing-masing.

"Itu dilakukan sebagai bahan sekolah untuk melihat bakat dan minat siswa sekaligus penjurusan. Itukan setiap tahun ada kegiatan. Tapi itu diserahkan ke sekolah, karena itu domain sekolah," papar Basri kepada SINDOnews kemarin.

Dalam pelaksanaannya, tes psikologi ini menggandeng jasa psikologi. Pelaksanaannya dilakukan secara daring dengan mengisi soal psikotest. Disdik Sulsel pun meminta sekolah menggandeng lembaga psikolog yang kredibel dalam penilaiannya.

"Teknisnya diatur sekolah. Artinya itu harus online. Kalau ada pihak lembaga psikolog yang terlibat di psikotest, kita minta yang kredibel. Pemberian rekomendasi izinnya terpusat melalui PTSP (pelayanan terpadu satu pintu). Jadi kami disdik tidak punya lagi kewenangan untuk beri izin yang melibatkan pihak luar," tegas dia.

Basri menambahkan, pihak sekolah tidak boleh meminta pungutan kepada siswa baru dalam tes ini. "Tidak boleh ada pungutan untuk siswa. Siswa itu dalam rangka penerimaan didik baru tdk boleh ada pungutan. Semua harus free," tandasnya. Baca Juga : 21 Ribu Calon Siswa Lulus Jalur Non Zonasi PPDB 2020

Diketahui, siswa baru di tingkat SMA/SMK puntengah menjalani masa pengenalan lingkungan (MPLS) yang digelar secara online. Sekolah tatap muka belum direkomendasikan karena kondisi pandemi Covid-19 di Sulsel.

Hal ini sesuai dengan surat edaran bernomor: 443.2/4253/Disdik yang ditandatangani Gubernur Sulsel. Dimana perpanjangan masa belajar di rumah bagi semua jenjang pendidikan baik SD/SMP/SMA/SMK se-Sulsel, dilakukan mulai 13 Juli hingga 25 Juli 2020.

"MPLS masih berlangsung, tapi secara daring, bukan di sekolah. Jadi masing-masing siswa tetap di rumahnya. Tidak boleh ada ke sekolah. Ini juga sesuai surat edaran gubernur yang memperpanjang masa belajar di rumah sampai tanggal 25 Juli," jelas Basri.

Untuk skenario sekolah tatap muka di tengah pandemi, Basri mengaku masih menunggu instruksi pemerintah pusat. Kata dia, rencana ini masih terus dilakukan kajian untuk pelaksanaannya. Baca Lagi : Tunggu Rekomendasi, Disdik Masih Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Sabri yang juga Ketua PPDB SMA/SMK Sulsel, belum memastikan jumlah siswa baru yang diterima tahun ini. Pihaknya masih melakukan pendataan. "Maaf, belum fix datanya," singkat Sabri.
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak Korban Banjir di...
Anak Korban Banjir di Wajo Tetap Semangat Belajar di Pengungsian
Tahun Ajaran Baru Dimulai,...
Tahun Ajaran Baru Dimulai, 400 Ribu Siswa SMA/SMK Ikuti MPLS Daring
Ada Sejarah Penting...
Ada Sejarah Penting di Balik Tahun Ajaran Baru Selalu Dimulai Bulan Juli
Disdik dan Dinkes Makassar...
Disdik dan Dinkes Makassar Kolaborasi dengan BNN Kampanye Bahaya Narkoba di Sekolah
Kepsek SMAN 5 Sinjai...
Kepsek SMAN 5 Sinjai Dicopot Buntut Demo Siswa, Disdik Sulsel Tunjuk Pelaksana Harian
Rekomendasi
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved