Sintong Panjaitan dan Keampuhan Operasi Teritorial TNI di Timor Timur

Jum'at, 27 Januari 2023 - 05:15 WIB
loading...
Sintong Panjaitan dan...
Cerita Sintong Panjaitan dan keampuhan Operasi Teritorial TNI di Timor Timur. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
Dalam sebuah pertempuran panjang melawan musuh yang ulet, Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) tidak hanya menerapkan operasi tempur dan operasi intelijen.

Sebab musuh tidak terus menerus digedor dengan serangan amunisi. Dalam situasi tertentu, TNI juga menerapkan operasi teritorial. Bahkan operasi teritorial telah menjadi operasi pokok penentu kemenangan.

Begitu yang disampaikan Mayjen TNI Sintong Panjaitan saat menjabat Panglima Kodam IX/Udayana sekaligus dipercaya memimpin operasi militer di Dili, Timor Timur.

Baca juga: 6 Pangdam IX/Udayana Berdarah Batak, Nomor Terakhir Jadi Panglima Kostrad

Operasi teritorial diterapkan Sintong setelah operasi tempur berlangsung lama dan berlarut-larut. Bagi Sintong, operasi tempur sebagai operasi pokok yang disokong operasi intelijen dan operasi teritorial di Timor Timur sudah terlalu lama.

Sudah 14 tahun pasukan TNI bertempur di Dili, yakni sejak 7 Desember 1975. Dan itu dianggapnya terlalu lama. Bahkan menurut Sintong Panjaitan lebih lama dari Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan di Indonesia. Pertempuran selama itu juga telah menimbulkan kerugian yang tidak kecil.

Menurut Sintong, dampak terlalu panjangnya operasi tempur justru berakibat kontraproduktif. Yang semula dihadapi TNI di Dili hanya Partai Fretilin, akibat operasi tempur terlalu lama, perlawanan jadi meluas. Muncul gerakan afiliasi dari rakyat yang membuat lawan semakin kuat.

Baca juga: 3 Jenderal TNI Bermarga Batak Siregar yang Memiliki Karier Moncer

“Seharusnya operasi tempur cukup berlangsung selama tiga atau empat tahun saja, kemudian diganti operasi teritorial sebagai operasi pokok yang didukung dengan operasi tempur dan operasi intelijen,” kata Sintong dalam buku Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009).

Sintong menjelaskan alasan operasi teritoral secara panjang lebar. Tujuan operasi teritorial untuk memulihkan luka-luka akibat operasi tempur, sehingga perlu segera dilakukan pembangunan kembali infrastruktur.

Kemudian perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan maupun menciptakan rasa damai di kalangan masyarakat, yang tujuanya untuk memenangkan hati rakyat. “Di situlah letak masalahnya,” kata Sintong.

Momentum yang tepat menjadikan operasi teritorial sebagai operasi pokok adalah ketika Nikolau Lobato, Presiden Republik Demokrasi Timor Leste tewas dalam kontak senjata pada 31 Desember 1980.
Sejak peristiwa itu perlawanan bersenjata Fretelin berhasil dipatahkan. Dan sejak pertengahan atau akhir 1981 Fretelin mengubah perjuangan bersenjata menjadi perjuangan politik.

Baca juga: Kisah Mantan Wadanjen Kopassus Tidur di Kandang Bersama Hewan saat Operasi Penumpasan PGRS

Mereka memakai haluan demokrasi yang terbukti lebih populer di kalangan rakyat Timor Timur. Pada saat itu, kata Sintong TNI sudah waktunya mengganti operasi tempur dengan operasi teritorial.

Pemikiran Sintong Panjaitan terkait pemakaian operasi teritorial disampaikan kepada Panglima ABRI (sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Try Sutrisno dan disetujui.

Terungkap, pemikiran Sintong Panjaitan terkait operasi teritorial sebagai operasi pokok di Timor Timur diperoleh dari pengalaman melaksanakan operasi di Irian Barat. Pada tahun 1967 Sintong memimpin operasi tempur Tim RPKAD (sekarang Kopassus) di daerah Kepala Burung.

Dua tahun kemudian ia kembali ke Irian Barat dengan memikul tugas mengamankan sekaligus memenangkan Pepera. Untuk memenangkan hati rakyat Irian Barat, Sintong Panjaitan menerapkan operasi teritorial dan terbukti.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pertemuan Mengharukan...
Pertemuan Mengharukan Xanana Gusmao dengan Jenderal Kopassus yang Pernah Menangkapnya
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Pemberontak Baloch Mengamuk,...
Pemberontak Baloch Mengamuk, Klaim Habisi 84 Orang Pasukan Pakistan, 18 Disandera
Rekomendasi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Berita Terkini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved