alexametrics

Distribusi Pupuk Subsidi ke Pangandaran Sempat Terhambat Pandemi Covid-19

loading...
Distribusi Pupuk Subsidi ke Pangandaran Sempat Terhambat Pandemi Covid-19
Petani sawah di Pangandaran sedang melakukan penanaman padi.
A+ A-
PANGANDARAN - Pendistribusian pupuk bersubsidi ke Kabupaten Pangandaran sempat terhambat dimasa pandemi Covid-19. Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura di Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan, kendala pendistribusian pupuk bersubsidi terjadi pada bulan Mei 2020 disaat diberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). "Kami mendapat keluhan dari petani bahwa pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di lapangan," kata Aep.

Atas keluhan petani tersebut Dinas Pertanian Pangandaran menggelar rapat koordinasi dan melakukan komunikasi dengan pihak kios/agen dan distributor pupuk. "Hasil koordinasi dan komunikasi tersebut membuahkan hasil yang baik dan peredaran pupuk bersubsidi kembali normal sejak 20 Juni 2020," tambahnya.

Aep menjelaskan, kendala kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut dilatarbelakangi adanya pengurangan jumlah pegawai di distributor pupuk. "Pengurangan jumlah pegawai di distributor pupuk bersubsidi berdampak pada pengiriman pupuk karena armada yang beroperasi mengalami pengurangan," jelas Aep.

Aep memaparkan, alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2020 jenis urea sebanyak 6.765 ton dan tersalurkan sebanyak 6.379 ton, sisa yang belum tersalurkan sebanyak 386 ton.
Pupuk jenis ZA teralokasikan sebanyak 174 ton tersalurkan sebanyak 67, ton, sisa yang belum tersalurkan sebanyak 106 ton.

Pupuk jenis SP36 teralokasikan sebanyak 897 ton tersalurkan sebanyak 797,65 ton, sisa yang belum tersalurkan sebanyak 99,35 ton.

Pupuk jenis Phonska teralokasikan sebanyak 5.300 ton tersalurkan sebanyak 4.095,65 ton, sisa yang belum tersalurkan sebanyak 1.304,35 ton.

Pupuk jenis Organik teralokasikan sebanyak 2.188 ton tersalurkan sebanyak 1.450 ton, sisa yang belum tersalurkan sebanyak 738 ton.

Diterangkan Aep, jumlah kios/agen pupuk bersubsidi di Kabupaten Pangandaran tercatat ada 38 sedangkan distributor tercatat 6 dan produsen ada 2 yaitu PT Petro Kimia Gersik dan PT Kujang. "Jika dibandingkan antara kios/agen pupuk bersubsidi yang ada sebanyak 38, belum berbanding lurus dengan jumlah Desa sebanyak 93 Desa dari 10 Kecamatan se Kabupaten Pangandaran," terangnya.

Penggunaan pupuk disaat musim tanam dikatakan Aep mempengaruhi pada hasil produksi dimusim panen padi. "Berdasarkan data yang disajikan penyuluh pertanian, hasil produksi di Kecamatan Mangunjaya mencapai 7 ton per hektare," sambung Aep.

Sementara untuk Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang baru mampu memproduksi padi 6,3 ton per hektare. Sedangkan di Kecamatan Pangandaran, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Parigi, Kecamatan Cigugur, Kecamatan Langkaplancar, Kecamatan Cijulang dan Kecamatan Cimerak baru mampu menghasilkan produksi padi 5,25 ton per hektare hingga 6,25 ton per hektare.

"Berdasarkan hasil analisa data kami, hingga bulan Desember 2020 ketersediaan padi di Kabupaten Pangandaran masuk kategori terpenuhi," paparnya.

Idealnya alokasi pupuk bersubsidi merujuk pada E-RDKK setiap tahun agar hasil produksi padi maksimal.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman mengatakan, berdasarkan E-RDKK tahun 2020 sudah diusulkan berdasarkan tahapan. "Pada E-RDKK diusulkan kebutuhan pupuk urea sebanyak 12.203.803 ton, pupuk ZA sebanyak 345.357 ton, pupuk SP36 sebanyak 2.531.782 ton, pupuk Phonska sebanyak 9.204.381 ton dan pupuk Organik sebanyak 7.760.850 ton," kata Sutriaman.

Kebutuhan usulan pada E-RDKK tersebut meliputi kebutuhan berdasarkan jumlah petani sebanyak 31.008 dengan luas lahan tanam seluas 32.472 hektare.
(alf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak