Misteri Keris Naga Runting, Pusaka Sakti Milik Prabu Siliwangi Penguasa Kerajaan Pajajaran
Senin, 23 Januari 2023 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
Namun ada versi lain yang menyebut, bahwa Prabu Siliwangi hanyalah gelar raja yang tak hanya diberikan kepada Sri Baduga Maharaja saja. Kakeknya Niskala Wastu Kancana yang sempat menjadi raja juga diberi gelar Prabu Siliwangi.
Baca juga: Menyeramkan! Harimau Sumatera Terekam Jalan Santai Masuk Kota Siak
Nama Siliwangi sendiri merupakan gelar seorang raja yang benar-benar memiliki pengaruh besar dalam memimpin masyarakat Sunda. Dalam bukunya, Fery Taufiq El Jaquene juga menyebutkan, Kerajaan Pajajaran merupakan penyatuan dua kerajaan besar di Sunda kala itu.
Dua kerajaan yakni Kerajaan Sunda dan Galuh disatukan oleh Prabu Siliwangi. Sebelum menjadi Kerajan Pajajaran, kerajaan ini berpisah dan bergabung dalam kurun waktu tertentu. Sesuai perhitungan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh telah tiga kali disatukan.
Penyatuan Kerajaan Galuh dan Sunda, pertama kali terjadi pada 723 Masehi oleh Raja Sanjaya. Pada tahun 759 Masehi kedua kerajaan ini kembali terpecah. Raja Banga Sanghyang Banga memerdekakan kembali Kerajaan Sunda dari kekuasaan Galuh.
Kedua Rakryan Wuwus menjadi Raja Sunda bergelar Prabu Gajah Kulon, pada tahun 819 Masehi. Di bawah kekuasaannya Prabu Gajah Kulon inilah Kerajaan Sunda dan Galuh, kembali dalam satu pemerintahan.
Tetapi pada 1382 Masehi, saat Wastukancana menjabat sebagai raja memiliki kehendak membagi kekuasaan kepada kedua putranya. Akhirnya dua kerajaan ini kembali terpecah. Namun naik tahtanya, Prabu Siliwangi pada 1482 Masehi menjadi raja di tanah Sunda membuat dua kerajaan ini mampu bersatu kembali.
Baca juga: Kisah Skandal Panembahan Senopati Bercinta dengan Istri Sultan Pajang hingga Punya Anak Laki-laki
Prabu Siliwangi juga disebut berhasil meluaskan kekuasaan, dan merebut beberapa wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Daerah seperti Lampung yang sebelumnya menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit berhasil direbut. Di tangan Prabu Siliwangi inilah Kerajaan Sunda Galuh yang berubah nama menjadi Kerajaan Pajajaran.
Saat berdiri Kerajaan Pajajaran ini tak terpaku pada etnis suku Sunda saja. Hal ini berbeda saat masa dua kerajaan yakni Kerajaan Galuh dan Sunda, yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Pajajaran.
Baca juga: Menyeramkan! Harimau Sumatera Terekam Jalan Santai Masuk Kota Siak
Nama Siliwangi sendiri merupakan gelar seorang raja yang benar-benar memiliki pengaruh besar dalam memimpin masyarakat Sunda. Dalam bukunya, Fery Taufiq El Jaquene juga menyebutkan, Kerajaan Pajajaran merupakan penyatuan dua kerajaan besar di Sunda kala itu.
Dua kerajaan yakni Kerajaan Sunda dan Galuh disatukan oleh Prabu Siliwangi. Sebelum menjadi Kerajan Pajajaran, kerajaan ini berpisah dan bergabung dalam kurun waktu tertentu. Sesuai perhitungan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh telah tiga kali disatukan.
Penyatuan Kerajaan Galuh dan Sunda, pertama kali terjadi pada 723 Masehi oleh Raja Sanjaya. Pada tahun 759 Masehi kedua kerajaan ini kembali terpecah. Raja Banga Sanghyang Banga memerdekakan kembali Kerajaan Sunda dari kekuasaan Galuh.
Kedua Rakryan Wuwus menjadi Raja Sunda bergelar Prabu Gajah Kulon, pada tahun 819 Masehi. Di bawah kekuasaannya Prabu Gajah Kulon inilah Kerajaan Sunda dan Galuh, kembali dalam satu pemerintahan.
Tetapi pada 1382 Masehi, saat Wastukancana menjabat sebagai raja memiliki kehendak membagi kekuasaan kepada kedua putranya. Akhirnya dua kerajaan ini kembali terpecah. Namun naik tahtanya, Prabu Siliwangi pada 1482 Masehi menjadi raja di tanah Sunda membuat dua kerajaan ini mampu bersatu kembali.
Baca juga: Kisah Skandal Panembahan Senopati Bercinta dengan Istri Sultan Pajang hingga Punya Anak Laki-laki
Prabu Siliwangi juga disebut berhasil meluaskan kekuasaan, dan merebut beberapa wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Daerah seperti Lampung yang sebelumnya menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit berhasil direbut. Di tangan Prabu Siliwangi inilah Kerajaan Sunda Galuh yang berubah nama menjadi Kerajaan Pajajaran.
Saat berdiri Kerajaan Pajajaran ini tak terpaku pada etnis suku Sunda saja. Hal ini berbeda saat masa dua kerajaan yakni Kerajaan Galuh dan Sunda, yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Pajajaran.
(eyt)
Lihat Juga :