Khofifah Ajak Ormas Wanita Kembangkan Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 13 Juli 2020 - 20:56 WIB
loading...
Khofifah Ajak Ormas...
Khofifah Indar Parawansa mengajak ormas wanita untuk mengembangkan ketahanan pangan nasional.Foto/ist
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh ormas perempuan ikut menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan dunia. Dimana kemungkinan tersebut sudah menjadi pembahasan di tingkat internasional.

“Mulai lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, FAO dan Presiden RI, Joko Widodo sudah mengingatkan terjadinya kemungkinan krisis pangan dunia. Hari ini beberapa negara pengekspor beras sudah menghentikan sementara ekspornya , mereka ingin mengamankan stok pangan untuk negaranya masing-masing. Maka, kita juga harus memperkuat ketahanan pangan kita,” kata Gubernur Khofifah-sapaan akrabnya saat menjadi pembicara webinar series Muslimat NU, Senin (13/7/2020).

Khofifah mengatakan, ikhtiar untuk menjaga ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari rumah masing-masing, dan jika dimungkinkan juga bisa mengajak tetangga di lingkungan sekitar. Diantaranya, menanam jenis tanaman mpon-mpon, cabe, tomat, dan sayur-sayuran melalui media polybag di pekarangan rumah serta pola hydroponic yang relatif bisa dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas.

(Baca juga: 54 Karyawan Positif COVID-19, RRI Surabaya Lockdown Hingga Akhir Bulan )

“Yang harus kita lakukan adalah format-format kemandirian seperti ini, dengan berbasis rumah tangga. Jadi Muslimat NU dan ormas wanita lainnya serta elemen masyarakat secara luas bisa menyiapkan panduan untuk membangun ketahanan pangan di lingkungan masing- masing mulai dari hidroponik sederhana di lingkungan lahan yang terbatas, kemudian polybag, sampai di media vas atau pot yang besar, karena bisa diisi macam-macam tanaman,” katanya.

Khofifah juga menambahkan, selain menanam sayur-sayuran dan buah-buahan, lahan pekarangan rumah juga bisa dijadikan tempat untuk budidaya berbagai jenis ikan seperti ikan nila, mujair, lele dan udang. Yakni dengan cara membuat kolam kecil, atau memanfaatkan media yang sudah ada.

“Saya sudah melihat ternak lele yang dilakukan di dalam tong, seperti di Tulungagung. Kemudian sabtu lalu, saya diajak memanen udang vaname di kolam edukasi Puspenerbal di Juanda, Sidoarjo. Udang jenis ini memiliki nilai ekonomis paling tinggi diantara jenis budidaya ikan yang dilakukan dalam kolam bundar yang kecil, metodenya cukup sederhana, tapi bisa mendatangkan income yang menjanjikan,” ujarnya.

Lebih lanjut gubernur wanita pertama di Jatim ini menyampaikan, budidaya udang vaname sendiri hanya membutuhkan waktu tiga bulan, dengan profit lebih dua kali lipat dari modal yang ditanam.

(Baca juga: 300 Orang Tenaga Medis di Sidoarjo Tepapar COVID-19, 5 Meninggal )

“Jadi, jika di antara ibu-ibu Muslimat NU dan komunitas ormas perempuan lainnya jika ada yang memiliki lahan yang tidak terlalu luas, dan berminat maka bisa dibuat kolam bundar, yang biasa dipakai untuk ikan nila atau lele, silahkan dicoba dengan disebar benur vaname. Itu potensi marketnya luar biasa, disamping memperoleh penghasilan, kita juga ikut menjaga ketahanan pangan nasional,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah meminta pembahasan-pembahasan pada webinar series kedepan, dapat secara kontinu membahas tentang bagaimana best practice menjaga ketahanan pangan nasional. Dicontohkannya, jika pada hari ini membahas budidaya lele maka pada webinar series berikutnya membahas budidaya udang, atau ikan gurami, berbagai sayur dan seterusnya. Sehingga berkelanjutan , diikuti praktek sehingga webiner sekaligus jadi media konsultasi serta bisa jadi inspirasi padat karya sehingga multi manfaat.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Pimpin Misi Dagang Perdana,...
Pimpin Misi Dagang Perdana, Khofifah Sukses Integrasikan Pasar Jatim-Jateng Lebih dari Rp3,152 Triliun
Jadi Tuan Rumah FESyar...
Jadi Tuan Rumah FESyar 2025, Jawa Timur Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah Global
Gubernur Khofifah Terima...
Gubernur Khofifah Terima Kunjungan 14 Dubes dan Calon Dubes RI: Perkuat Diplomasi Ekonomi, Dorong Jatim Jadi Gerbang Baru Nusantara
Gubernur Khofifah Gratiskan...
Gubernur Khofifah Gratiskan Bus Trans Jatim Selama 2 Hari Penuh, Kado Istimewa HUT ke-80 RI!
Koperasi Merah Putih...
Koperasi Merah Putih Mojokerto Hadir, Khofifah Tekankan Pentingnya Kemitraan dengan Pelaku UMKM
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Lulusan SMK dan LKP...
Lulusan SMK dan LKP Makin Mendunia, 3.600 Alumni Siap Kerja di Berbagai Negara
Kasus Dana Hibah, Khofifah...
Kasus Dana Hibah, Khofifah Diperiksa KPK di Polda Jatim
Rekomendasi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved