Bertemu Konten Kreator, Kajati Banten Ajak Bangkitkan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Kamis, 22 Desember 2022 - 11:29 WIB
Dia menilai, para konten kreator memiliki peran yang kuat untuk membantu meningkatkan kualitas, aksesibilitas produk dan karya asli Banten kepada masyarakat luas.
“Saya melihat Banten ini luar biasa, banyak konten kreator ini bisa kita manfaatkan. Salah satu ‘penyakit’ di Banten ini adalah korupsi, selain itu ada juga narkoba, asusila dan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk mencegah itu bisa kita mengangkat seni, budaya dan ekonomi kreatif yang dapat mencegah prilaku negatif ini,” ujar mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung ini.
Leonard berharap agar para konten kreator dapat menciptakan ekosistem yang bisa bersinergi dengan para pelaku ekraf maupun berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dinilai dapat menguatkan identitas seni, budaya dan ekonomi kreatif di Banten.
“Kita harus bangun ekosistem dari teman-teman konten kreator ini. Seni, musik, drama ini mendorong kita berubah, merubah pelaku koruptif dan negatif dengan seni budaya ini lebih mudah daripada penindakan hukum,” katanya.
“Saya tidak lagi ingin sekadar melakukan penindakan, tetapi pencegahan. Bisa enggak kita cegah korupsi dengan lagu anti korupsi? Bisa enggak kita bangun desa dengan konten-konten positif? Sama-sama kita bangun budaya banten!” tambahnya.
“Saya melihat Banten ini luar biasa, banyak konten kreator ini bisa kita manfaatkan. Salah satu ‘penyakit’ di Banten ini adalah korupsi, selain itu ada juga narkoba, asusila dan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk mencegah itu bisa kita mengangkat seni, budaya dan ekonomi kreatif yang dapat mencegah prilaku negatif ini,” ujar mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung ini.
Leonard berharap agar para konten kreator dapat menciptakan ekosistem yang bisa bersinergi dengan para pelaku ekraf maupun berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dinilai dapat menguatkan identitas seni, budaya dan ekonomi kreatif di Banten.
“Kita harus bangun ekosistem dari teman-teman konten kreator ini. Seni, musik, drama ini mendorong kita berubah, merubah pelaku koruptif dan negatif dengan seni budaya ini lebih mudah daripada penindakan hukum,” katanya.
“Saya tidak lagi ingin sekadar melakukan penindakan, tetapi pencegahan. Bisa enggak kita cegah korupsi dengan lagu anti korupsi? Bisa enggak kita bangun desa dengan konten-konten positif? Sama-sama kita bangun budaya banten!” tambahnya.
Lihat Juga :