KPU Sulteng Akui Sosialisasi Bahaya Politik Identitas ke Warga Jadi Prioritas

Jum'at, 09 Desember 2022 - 14:31 WIB
"Di Indonesia politik identitas lebih terkait dengan etnisitas, agama, ideologi dan kepentingan-kepentingan lokal yang diwakili umumnya oleh para elit politik dengan artikulasinya masing-masing," katanya.

Di samping itu, ia menguraikan isu-isu tentang keadilan dan pembangunan daerah menjadi sentral dalam wacana politik mereka, sehingga lebih banyak dipengaruhi oleh ambisi para elite lokal untuk tampil sebagai pemimpin, yang hal ini merupakan masalah yang tidak selalu mudah dijelaskan.

Sementara pemilih, ujar dia, memiliki perilaku sosiologis dan psikologis yang beririsan langsung dengan politik identitas. "Misalnya karakter sosiologi, preferensi memilihnya menempel pada diri individu berupa nilai agama, kelas sosial, etnis, daerah, tradisi keluarga" ujarnya. Baca juga:Mendagri: Perppu Pemilu Ditargetkan Terbit Awal Desember 2022

Karakter psikologis yaitu adanya keterikatan psikologi yang membentuk orientasi politik seseorang dengan kandidat dan partai politik.

"Sementara pemilih rasional memilih karena alasan visi, misi dan program. Pemilih rasional mengevaluasi latar belakang calon dan partai politik," ungkapnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!